Panduan Sejarah Masakini = Alquran?


ayyed EP

Sayyed EP

Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah. kalimat singkat padat ini mengingatkan kita akan ucapan Bung Karno berpuluh-puluh tahun silam. Entah karena kebetulan atau memang Bung Karno juga memiliki referensi bacaan yang luar biasa sehingga tagline jas merah sangat cocok dengan beberapa kejadian aktual yang akan saya tulis dalam coretan ini.

Ada apa dengan sejarah? Begitu pentingkah sejarah untuk kita kaji dan dalami seluas mungkin? Mengapa Allah Swt menurunkan kitab suci Alquran yang hampir 70% isinya mengulas tentang sejarah orang-orang terdahulu sementara ayat-ayat hukum hanya berkisar antara 200-500 ayat saja?

Beberapa cendikiawan muslim pernah mengatakan bahwa semua kejadian di bumi ini tidak ada yang benar-benar baru karena semua telah terjadi pada masa sebelumnya, sama seperti yang pernah ada pada masa nabi-nabi terdahulu. Hanya saja masa, tempat dan pelakunya memang berbeda. jika ditelusuri dalam buku-buku sejarah pun kita akan menemukan beberapa kisah yang memang hampir sama dan intinya setiap kejadian di masa sekarang adalah sebuah drama lawas yang dimainkan oleh aktor dan aktres baru, yakni manusia post modern pada masa sekarang ini.

Pendapat diatas sejalan dengan ucapan sayyidina Umar bin khattab yang menyatakan bahwa mukhatab atau objek pembicaraan yang diceritakan dalam Alquran adalah kita semua dan bukan orang-orang yang telah meninggal sebelum kita dilahirkan. Firaun zaman sekarang adalah gambaran dari para penguasa lalim yang mengklaim dirinya sebagai negara adi kuasa. Bani Israil merupakan contoh kongkrit orang-orang egois dan mencerminkan masyarakat yang menuhankan akal, banyak bertanya serta tidak mau diatur bahkan tak segan-segan membunuh para nabi. Qarun adalah para konglomerat yang akan kolapse karena kekafirannya terhadap semua nikmat dan anugrah yang diberikan Tuhannya.

Fitnah harta, tahta dan wanita banyak digambarkan oleh Alquran. pada masa Umar bin Khattab juga terjadi kisah Zulaikha dan Yusuf dimana ada seorang sahabat yang difitnah oleh wanita cantik. Umar merasa bersyukur karena sebelum meninggal, ia telah menyaksikan salah satu pengikutnya meneladani sosok nabi Yusuf yang kebal akan godaan wanita.

Musuh dalam selimut atau kaum munafik pada era sekarang juga tidak kalah banyak. istilah “tidak ada musuh dan kawan abadi, yang ada hanya kepentingan” merupakan signal kemunafikan yang sudah menjadi trademark para politikus kita. Mereka adalah para pengikut loyal Abdullah bin Ubay ( Raja kaum munafik pada era Rasulullah). Bukan hanya para elite politik, musuh dalam selimut pada masakini adalah gambaran dari jiwa kita yang selalu membutakan kata hati dan nurani serta gemar membohongi diri dengan kata nanti dan nanti pada setiap kebaikan yang ditunda-tunda.

Seandainya Hudaifah bin Yaman, sahabat yang dijuluki dengan Sohibu sirri Rosulillah ( orang yang memahami rahasia-rahasianya Rasulullah) masih hidup, niscaya beliau akan berterus terang kepada kita bahwa : kalian (kita) adalah orang-orang munafik yang sebenarnya!!!

Peperangan, masa panceklik, kaum lesbi dan homo, perselingkuhan, para pecundang, perusak bumi serta semua kisah yang ada sekarang ini hanyalah sebuah drama lawas yang akan terus berulang-ulang. Dan hanya orang yang serius mengikuti sejarah Alquran dengan benarlah yang bisa menghandle semua lika-liku hidupnya, toh kenyataannya penulis juga lebih mencintai cerita-cerita fiksi dan buku-buku sejarah yang sering difilemkan. Hmm

Bagaimanapun tagline “Jas merah” memang memiliki makna yang sangat dalam dan harus kita gali melalui guru-guru yang kompeten.

coretan Berikutnya (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu lainnya :

10 Comments (+add yours?)

  1. adidoel
    Jan 19, 2012 @ 02:30:57

    analisis yang mantap mas, memang saat ini zaman jahiliyah kembali muncul dan sesuai dengan takdirnya pasti ada suatu kejadian yang mengingatkan kita untuk kembali/selalu berserah diri kepada Nya….. Good Work

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Jan 19, 2012 @ 02:52:55

      jahiliyyah zaman dahulu memang masih bisa dimaafkan karena kebodohan yang nyata, sebaliknya jahiliyyah sekarang diperankan oleh orang-orang yang pintar dari s1-s3 / s4, wakil rakyat, ustadz,profesor, bahkan persiden sekalipun (:

      Trima kasih
      Sayyed EP

      Like

      Reply

  2. ibnu
    Feb 19, 2012 @ 17:27:43

    kesimpulanya, jahiliyah sekarang sama dulu parah sekarang ya?

    Like

    Reply

  3. demon
    Apr 11, 2012 @ 04:44:10

    masi jaman yah ngebahas ginian ???

    Like

    Reply

  4. Moentimoen
    Jul 10, 2012 @ 02:04:44

    Mungkinkah kita sekarang hidup di akhir zaman ????

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Aug 04, 2012 @ 14:48:53

      ya mas..
      kalo melihat kenyataan yang ada sekarang.. hampir semua kriteria zaman akhir sudah nyaata adanya..
      dan jelas menunjukkan bahwa kiamat sangat dekat .. hmmm..
      dan siap blm pak..
      salam Sayyed Ep

      Like

      Reply

  5. AJI
    Mar 09, 2013 @ 02:13:48

    sesat lo !! Love!!

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون