Gagal Nikah Karena Kasta, Miris!


Madinah Rasul

Sayyed EP Corp

Tidak di pungkiri bahwa label, derajat atau titel masih sering menjadi tolak ukur kemapanan seseorang.

Masalah Kafa’ah (persoalan  kasta/derjat yang diprioritaskan pihak perempuan agar tidak menjadi rendah ) bagi sebagian golongan konserfativ memang dijadikan syarat sah dan tidaknya nikah. Bagaimana batasan sederajat dan tidaknya pria dan wanita dalam pernikahan, seiring pergeseran pemikiran di era moderen ini? bukankah kalo sudah jodoh bukan lagi sebagai penghalang?

Senin kemarin penulis mendatangi rumah seorang guru yang sangat terkenal di daerah Jawa Tengah (ketua suriyah Nu Jateng). Sebelum bertemu sang guru, saya menemui anaknya yang sudah akrab semenjak penulis masih sekolah di madrasahnya. kami curhat ngalor ngidul, dan sampailah pada permasalahan nikah. Karena penasaran dengan gosip yang penulis dengar, bahwa ia sudah tunangan dengan seorang mahasiswi Jakarta yang sedang kuliah di Jurusan kedokteran salah satu universitas ternama. Teman saya langusng senyum dan menjawab: “wah, saya gak punya merek dah gak laku sekarang, mintanya yang bermerk!?”. oups. rupanya setelah sebelumnya tunangan di terima, ternyata mahasiwi itu masih fikir-fikir karena calon suaminya tidak memiliki gelar akademis, dan hanya lulusan Pesantren saja.

Miris sangat. gak sampe hati penulis mendengar curhatan teman itu, dengan pura-pura basa-basi saya pun menawarkan : bagaimana kalo maen ke daerah saya, ada mahasiwa keokteran juga?. “gak lah, sungkan, saya gak bermerk”.

Padahal maksud tujuan teman saya itu adalah, jika memang memiliki istri seorang dokter maka paling tidak, istrinya akan mengajar atau menjadi salah satu bagian dari staff di Akbid milik Pesantrennya. sementara dia juga aktif mengajar agama. – keluarga guru saya ini memiliki yayasan lumayan besar dengan anak didik sekitar 3000 santri lengkap dengan sekolahan dari Tk sampai Universitas-

Hmm, cinta memang aneh. harta dan dunia bukanlah satu-satunya sumber ketenangan batin. kesalehan seorang laki-laki disia-siakan begitu saja, plus teman saya juga bukanlah lelaki yang buruk rupa atau manja dengan kesuksesaan bapaknya.

Semoga mendapatkan yang solehah, gus!!! amen.

3 Comments (+add yours?)

  1. muhammad
    Aug 16, 2012 @ 14:28:54

    10 Kasus wanita Ahlulbayt menikah dengan non ahlulbayt

    1. Ruqayyah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Utsman bin Affan.
    2. Ummu Kultsum binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Utsman bin Affan.
    3. Zainab binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Abul ‘Ash.
    4. Ummu Kultsum bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Umar bin La-Khatthab.
    5. Sukainah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Zaid bin Umar bin Utsman bin Affan.
    6. Fathimah binti Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Abdullah bin Amr bin Utsman bin Affan.
    7. Fathimah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Al-Mundzir bin Zubair bin Al-Awam.
    8. Idah binti Ali Zainal Abidin bin Husain bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Nuh bin Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah.
    9. Fathimah binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Ayyub bin Maslamah Al-Makhzumi.
    10. Ummul Qasim binti Hasan Al-Mutsanna bin Hasan bin Fathimah binti Muhammad Rasulillah, menikah dengan Marwan bin Aban bin Utsman bin Affan.

    Lisanul hal afshah min lisanil maqaal (Tindakan lebih fasih dari ucapan). Hanya ada dua pilihan; kasus itu adalah kesalahan yang dilakukan oleh leluhur Ahlulbayt, atau orang-orang yang salah memahami ayat2 dan hadits2.

    kafaah itu pembodohan

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Aug 16, 2012 @ 15:27:43

      waaalikum salam..
      trima Kasih sharingnya..
      tapi argumen anda kurang kuang kuat dan bisa dibilang tidak valid

      belum baca referensi lintas madzhab sudah bilang PEMBODOHAN.. ada apa ini.. lagian anda juga perlu menelusuri sejarah siapa dibalik ustman dan sahabat2 lain yg jadi menantu Rasulullah. kebanyakan KAUM QURAISY… coba telusuri nasab mereka ke atas.. apa tidak sambung dg Rasulullah?

      dan bagaimana juga anda menanggapi penolakan Rasulullah terhadap Umar dan Usman n Abu Bakar atas Fatimah RA..

      atau mungkin anda mengenal sejarah alirsyad Indonesia yang anti dengan Sayyed2 Baalawi…

      bagaimanapun Kafaah menurut sebagaian madzhab tetap menjadi syarat sah nikah.. dan tidak lupa bahwa : Inna Akromakum Indallahi Atqookum

      Like

      Reply

  2. ali shan khohkar
    Feb 10, 2014 @ 06:51:29

    131351;ln

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون