(Pengalaman) Tidur disamping Jasad Rasulullah PBUH


MADINAH RASUL

MADINAH RASUL

Kisah  lanjutan dari serial perjalanan Sayyed di Saudi

: Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia

Sayyed ep Bikailarobbi.wordpress.com

Bismillahirrohmanirrahim

Setelah hampir seminggu saya dan teman-teman merasa puas menikmati malam-malam syahdu di Masjidil Harom bersama Syekh Sudes (Imam Masjidil Harom Makkah). Tibalah waktunya kami pamit dari kota Suci ini.

Malam 27 Ramadhan adalah malam terakhir kami berada di Makkah. Malam itu Syekh Sudes mengakhiri shalat witirnya dengan doa qunut yang sangat panjang dirinigi tangis yang membuat jamaah semakin khusuk dan merasa iba. Nikmat  Umroh di bulan suci Ramadhan ini memang sangat mengesankan apalagi Rasulullah pernah bersabda:

Pahala umrah di bulan Ramadhan sama seperti ibadah haji, [dalam riwayat lain mebatakan] sama seperti menunaikan haji bersamaku (Bukhori Muslim).

Saat saya dan teman-teman kembali ke penginapan,  kepala rombongan memberitahu kami bahwa besok pagi 27 Ramadhan kita berangkat ke Madinah dan lebaran di sana.
Hmmm Madinah we re comming!

Perjalan antara Makkah dan Madinah ditempuh sekitar lima sampai enam jam. Sedikit lebih lambat dari mobil biasa pada umumnya, maklum bis yang kami tunggangi adalah bis jadul dan telah diporsir mengantarkan perjalanan panjang kami dari negri Ratu Bilqis, Yaman.

Di Madinah, saya dan rombongan tinggal di daerah Uraidi, sekitar dua kilo lebih dari Masjid Nabawi. Walaupun agak jauh, saya dan teman-teman tetap semangat dan rela berjalan kaki meneerobos gang-gang kecil Madinah menuju Masjid mulia itu, demi menyapa manusia paling berpengaruh sepannjang zaman.

Malam 28 Ramadhan kami melaksanakan shalat tarawih di Masjid Nabawi besama imam besar Syaikh Khudaifi. Berbeda dengan suasana kota Makkah yang agak panas, malam itu dingin kota Madinah begitu terasa menembus jaket, gamis, dan kaos tebal yang saya pakai. Hmm kok beda banget padahal sama-sama Saudi? Selesai tarawih saya diajak oleh beberapa teman karib masuk lebih dalam ke arah Raudlah, tempat mustajabah (terkabulnya doa) dimana Rasullah pernah bersabda:

” Tempat dintara rumahku dan mimbarku adalah sebuah taman dari taman-taman surga”

MADINAH RASUL (karpet hijau)

MADINAH RASUL (karpet hijau)

Tidak ada ciri khusus yang membedakan antara Raudloh dan tempat-tempat lainya di dalam Masjid Nabawi kecuali warna karpet hijau nan indah yang disesaki antrian para peziarah menunggu giliran untuk bisa beri’tikaf, sholat, baca Alquran serta berdoa disana. Rasa haru menyelimuti tubuh, seolah tak percaya bahwa jasad mulia Rasulullah sekarang berada tepat di depan saya. Ohh,.. Andai saja saya diberi izin masuk ke ruangan itu dan memeluk wangi tubuhnya.

Shalawat dan doa terucap dari mulut pendosa ini.

“Ya Rasululah saya besaksi bahwa Engkau telah menyampaikan risalah-risalah Allah dan memberikan kami semua yang telah Allah amanatkan kepadamu”

Malam semakin larut, enggan sekali rasanya meninggalkan Raudloh begitu saja. Seakan tak bisa merelakan diri ini untuk coba memjauhinya. Malam itu saya dan salah satu teman karib memutuskan untuk tidak kembali pulang ke Uraid dan memilih tidur di pelataran Masjid Nabawi, tepat disamping kiri “Qubbatul Hadra” atau kubah hijau tempat Rasulullah disemayamkan.

Sleepin Beside Rasulullah

Sleepin Beside Rasulullah

Suasana Masjid Nabawi terasa lebih nyaman dan menyejjukkan hati dibandingkan Masjidil Harom. Meskipun pahala sholat di Masjid Nabawi dilipatgandakan hanya 1000X lipat dibanding Masjid lainnya kecuali Masjidil Harom, tetapi kehadiran jasad Rasulullah tak akan bisa tergantikaan oleh apapun. Bukankah bumi lebih utama dari langit hanya karena di bumi ada sosok mahluk paling dicintai pemilik jagat raya ini.

Darok Darok Ya Ahlal Madinah, Ya Tarim wa Ahlaha.

Nb: sekedar info, bahwa Masjid Nabawi khusus dibulan Ramadhan terbuka 24 jam, siapapun boleh keluar masuk. Selain itu Masjid ditutup tepat pukul sepuluh malam sampai menjelang waktu adzan subuh tiba.

Sayyyed Muhhammad EP

Curhat Para Pecandu lainnya :

Ibadah demi Meraih Simpati TUhan

Cara Baik Membalas Caci Maki Sahabat

Jogja Dalam Kenangan
Kodrat Manusia Labil

Ketika Hasratmu adalah Tuhanmu

Sorga Para Artis
Curhat Para Pecandu lainnya :

Penikmat Dosa yang Samar

Hakikat Caci Maki Sahabatku

Sayyed Ep Sang Manusia Labil

Keindahan dibalik Wajahmu

Rahasia dibalik Kegelisahan Abid

Bahaya Narsis !

Omong Kosong (Corrupted X Files)

coretan lama (edisi Saudi):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu xxtc :
Curhatku Kepada Rasulullah

Alquran Bukan Mainan

Cinta Tak Kunjung Padam

Imsak Bukan Batas Mulai Puasa?

Belenggu Hasrat Konta Kesabaan

Hatimu Jawaban

Inikah Nikmat Sejati?

CInta Buta?

Hukum Dry Cleaning Possible

Perempuan Mulia yang Terlupakan

98% Puasa Kita Batal!

Daftar Isi

5 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Pentingnya Pergaulan Intim..Tanya Kenapa? – Part 2 | agcgoblog.info
  2. Anonymous
    Nov 13, 2013 @ 05:12:57

    subhananllah insyaallah yang saudara tulis langsung mengingatkan memori waktu sya di raudah dan hati kembali bergetar seakan saya mengalaminya sendiri. Andaikan juga tidak hanya menziarahi makamnya namun bertemu langsung dengan sosok beliau. shallallah ala muhammad……………..

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Nov 17, 2013 @ 23:30:46

      waalaikum salam

      barang siapa yang ziarah baitullah dan tidak menzirahiku (di madiah) maka ia benar-benar telah menelantarkanku- alhadis.

      sayangnya bnyk juga yg menganggap ziarah nabi sbg maksiat dan bkn ibadah. seperti faham wahabi dan ibn Taimiyah khssnya.. .. miris ga butuh syafaat beliau

      Like

      Reply

  3. anan
    Jun 12, 2014 @ 23:56:21

    hadist ttg menziarahi ( anjuran untuk meziarahi nabi ) boleh itu kl di tulis sanad dan prowinya serta tingkatannya, q dah nyari di kitab bukhori muslim ga nemu.

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Jun 13, 2014 @ 00:24:15

      buanyak.. hadis yang saling melengkapi
      bukhiri muslim hanya merangkum 8000-11000 hadis

      masih ada mustadrok hakim, kutubuttisah dll.
      sayyed jg sempat curhat masalah ini moggo dikoreksi n klik: Tidak ada Hadis Dloif dalam Islam!!

      kecuali menggunakan prespektif ulama wahabi yang melarang qurbah silaturrahmi
      kepada Rasulullah sayyidina Muhammad solli alaih.

      لَيَهْبَطَنَّ
      عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً وَإِمَامًا مُقْسِطًا وَلَيَسْلُكَنَّ فَجًّا حَاجًّا أوْ مُعْتَمِرًا أوْ بِنِيَّتِهِمَا وَلَيَأْتِيَنَّ قَبْرِيْ حَتَّى يُسَلِّمَ عَلَيَّ وَلأرُدَنَّ عَلَيْه ” رَوَاهُ الحَاكِمُ وَصَحَّحَهُ الذَّهَبِيّ

      Maknanya: “Sungguh, Isa ibn Maryam akan turun menjadi penguasa dan Imam yang adil, dia akan menempuh perjalanan untuk pergi haji atau umrah atau dengan niat keduanya dan sungguh, dia akan mendatangi makamku sehingga berucap salam kepadaku dan aku pasti akan menjawabnya” (diriwayat al Hakim dalam al Mustadrak dan dishahihkannya serta disetujui oleh adz-Dzahabi).

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون