Hati bodoh versus Lidah berakal?


Ya, aku yang berhijab. aku yang sudah berhijrah, aku yang telah taubat, aku yang selalu jamaah di masjid, aku yang mengamalkan puasa sunnah, aku yang darmawan!. ..kamu.. kamu ..kamu apa?

nu Sayyed #alGhiyas -pasca Maulid- Bikailarobbi

ungkapan yang memang biasa dan sudah lazim menjadi bahasa awam, menengah hingga kita yang merasa berilmu

menjudge secara terang-terangan nihilkan ranah privasi, lupakan diri luapkan kalimat-kalimat hasad, ketakjuban diri menyakitkan lagi semu

sebaik dan tinggi apapun langkah positif yang telah tergapai dari hidayahNya, niscaya akan sia-sia jika perangai ini masih mengusaiku memusuhimu

keba(j)ikan-kebaikan ‘besar’ pudar menjadi bumerang dan belenggu. dangkalnya pemahaman tak pernah menunggu

karena:

menjadi darmawan sangatlah terpuji – merasa diri lebih darmawan dari orang yang paling kikir pun, jauh lebih buruk

berjamaah dimasjid adalah kemuliaan tak terhingga – menganggap mereka yang sholat dirumah lebih rendah derajatnya, adala kerendahan yang lebih tak terhingga

berhijab bukanlah soal salihah dan tidak salihah- menganggap orang lain yang belum berhijab sebagai perempuan hina, adalah pemikiran yang lebih hina

Peralihan menjadi manusia yang berhijrah dari perangai lama menjadi syar’ie adalah anugrah agung – merasa bahwa mereka yang belum mendapat petunjukNya sebagai sesat sejati adalah keburukan yang lebih agung

banyaknya penganut dari orang-orang yang telah mengikuti kajian ‘hidayah’ kealimanmu sangatlah baik – tapi merasa diri sebagai pengantar hidayah yang alim, tidak kalah buruknya

menjadi wanita berhijab sangatlah mulia – merasa bahwa mereka yang tidak berhijab adalah orang-orang yang hina adalah Keburukan yang lebih hina

menjadi muslim kaffah adalah kemulian sejati – merasa diri lebih suci dari orang-orang yang sudah (dan) atau akan diberi hidayah Islam adalah keburukan yang tak kalah sejatinya

menjalankan puasa sunnah adalah bukti dari pengamalan mencintai sang Rasul- merasa bangga diri dengan kesunnahan yang membuatmu tinggi pun bukti bahwa ‘sang nafsu’lah yang sedang kamu cintai

Bukankah:

perbuatan Buruk yang kusesali lebih utama disisiNya daripada perbuatan baik yang membuatku Bangga Diri

para penghapal teks-teks suci terbesit takjub, penikmat “sunnah” Apparel style mermehkan belum, retorika kata, ajakan angkuh maupun kesalihan fatamorgana

maafkan sayyed
bijahi sayyedil wujud
alihi wa sahabatih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون