Sedekah Tapi punya Hutang?


Bilakah seseorang yang masih memiliki kewajiban bayar hutang memberikan sedekah sunnah, bagaimana jika ia tetap merasa mampu untuk membayarnya tepat waktu?

nu Sayyed #alGhiyas -berkah Maulid- Bikailarobbi

Iuran pascabayar, debit, kridit dan semua istilah utang piutang memang bukan lagi persoalan kebutuhan primer skunder ataupun tersier. ia adalah prestise gaya hidup untuk hidup yang lebih bergaya. apapun alasannya, haramkah mereka yang memiliki kewajiban ini mendonasikan sebagian hartanya untuk kepentingan sosial?

pokok kajian masalah ini sebenarnya sudah sangat mafhum jika dilihat dari porsi keduanya, wajib dan sunnah. apakah mendahulukan sunnah dibolehkan dari wajib?

tasorruf – membelanjakkan atau menginfakkan- harta yang sebenarnya dibutuhkan untuk membayar hutang selama ia tidak yakin bisa membayarnya adalah larangan keras. pun jika jeda temponya masih lama.

sesuai dengan kaidah umum bahwa kewajiban tidak pernah diperkenankan untuk ditinggal hanya untuk mengejar ‘pahala’ sunnah.

pun dilarang, jika memang sudah terlanjur bersedekah, apakah harta tersebut menjadi hak milik penerima atau?

Ibnu Hajar dalam Tuhfah dan Ramli dalam Nihayahnya mengatakan bahwa harta sedekahnya tetap sah dimiliki penerima. karena melihat ke haraman/dilarangnya sedekah tersebut dari satu sisi lain diluar sedekah. yaitu posisi pemberi yang memiliki kewajiban hutang.

seperti halnya transaksi jual beli setelah adzan jum’at. transaksinya haram karena mengganggu kesibukan fokus untuk ibadah jumatan, tetapi akad jualbelinya tetap sah!?

berbeda dengan Ibnu Hajar, Ibnu Ziyad Yamani menganggap bahwa harta tersebut tidak berhak dimiliki penerima sedekah.

dalam kesimpulan lainnya didua kitab syarah Irsyad, Ibnu Hajar juga sepakat dengan prespektif Ibnuziyad.

adapun jika penghutang mengasumsikan mampu untuk membayarnya walaupun setelah jatuh temponya masa bayar, maka dibolehkan baginya untuk bersedekah. kecuali jika tagihan harus dibayar saat itu juga karena permintaan pemberi hutang, maka sedekah dilarang sebelum membayarnya.

Wallahua’lam Bissawab.

Ringkaslah lebih ringkas ringkasan tidak ringkas syyd

*A freestyle translate komparasion.

*Sayyed Ahmad Syatiri

*Fatawa wa ruddud syar’iyyah muasirah :32

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون