Resahkan Rasa


percampuran rasa takut sebab kekhawatiran atas keselamatan pun kesuksesan menjadi  candu positif yang mendominasi manusia sensitif dari kaum hawa.

rasakan resah dan reshkanlah rasa dari balik hati pikiran dan tindakan sesama. sikap ini melatih manusia untuk sejenak menjalani lakon sang ‘ibu’ bagi anak-anaknya?  bilakah   di bumi ini sosok-sosok manusia yang sanggup merasakan kuatnya getaran setiap keresahan melebehi dirinya. 

Syyd bikailaRobbi

Sayyed Bikailarobbi 

samudra kasih  tak berbatas menjadi parameter kemuliaan dirinya. hingga jejak kakinya pun ditakdirkan menjadi boarding pass menuju ridlha dan surgaNya. 

mengandung, menyusui, menjadi madrasah pertama, dan membangun mental kepribadian manusia hingga kelak  aqil baligh hanyalah sedikit  dari pelbagai  beban perjuangan dari tanggung jawab para ibu yang terlihat kasat mata. 

lebih dari itu, manusia hampir tak pernah mengerti betapa peliknya perasaan  resah dan kekhawatiran yang hinggap terpendam di dalam dadanya. sebagai kiblat kejernihan nurani dan simbol cinta, fokus ibu adalah melihat anak-anaknya senang dan bahagia. 

mengingat kecenderungan positif yang begitu menakjubkan ini maka sayyed yakin bahwa esensi para kekasih Allah di atas bumi ini sebenarnya didominasi oleh waliyyah-waliyyah “mastur”  dari golongan mereka dibandingkan wali-wali dari kalangan lelakiNya.

pun julukan Rijaal kepada para kekasih Allah secara bahasa hanyalah majas dan bukan  exlusive diperuntukan untuk para lelaki shalih menafikan perempuan-perempuan shalihahNya. 

rundungan resah inilah yang kemudian diapresiasi para Rijal dalam kehidupan sosialnya. mempraktekan ujaran nabi tentang kesatuan fisik semua umat dan merasakan ‘apapun’  yang mereka rasa.

 hingga terpatri dalam dadanya bahwa setiap mahluk adalah objek untuk dicinta, baik maupun buruk dari reaksi sesama hanyalah wujud nyata  atas cerminan diri sebagai sesama manusia. 

kisah sang Rasul menuju Rafiqul a’la dan belas kasihya terhadap umat ijabah dan dakwahnya menjadi sebuah pedoman dimana beliau pun  lebih meresahkan keselamatan dan  kemaslahatan umat daripada dirinya sendiri seraya berkata lirih : “ummatiee-ummatiee”.  ..

adriknie ya Habiballah..

Syyd 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون