rahasia dan kenampakan? 


kongklusi dari smua kebaikan terdapat pada kapasitas taqwa dalam fase rahasia dan kenampakan,  pun ketika alpa dan exis – Haddad

Sayyed Bikailarobbi .

keseimbangan antara sir dan alaniyah atau rahasia dan kenampakan adalah batas minimal seseorang dalam membumikan praktik syariah suci. kecenderungan ini digadang-gadang sebagai minimal anti tesis sifat munafik yang hanya fokus pada prioritas lahir yang nampak,  di sisilain dengan penuh sadar   menafikan keimanan kala sepi.     

teori tawasuth keseimbangan  menyamakan dua keadaan tidaklah mudah,  hal tersebut menunjang pada fase berikutnya kala  manisnya prioritas rahasia dibalik kenampakan tertbentuk karena ketatnya keseimbangan semula.  ketika  seseorang telah membiasakan jalan lurus maka hadiahNya adalah wujud keikhlasan tulus dari setiap ritual penghambaannya.  

baagaimna dengan ghoibah dan syahadah,  tingkatan takwa dalam alpa dan exis?  bukankah secara kasat mata keduanya sama dengan sir dan alaniyah?  serupa tak harus sama,  karena ghoibah dann syahadah hanya dimiliki oleh dua manusia suci pemilik jiwa yang senantiasa hidup dengan balut rasa wujud muroqobah pengawasan total. 

pemilik jalan lurus yang posisi strategis mereka  kerap diimpikan setiap mahluk beriman.  anjuran Rabbul izzah yang memaksa musholli untuk selalu memintanya hingga tak sadar ia telah mengulng-ulang permintaan ini   tujuh belas kali yang termaktub dalam syab’ul matsaani dalam ayat ” Ihdinas sirootol mustaqieem”  jalan lutus para Nabi dan siddiqien.  

alpa dari sisi mereka adalah dihilangkannya kesadsran akal hingga perbuatannya tak terdeteksi rakib dan atid.  keadaan ini jelas bukan kesengajaan melainkan sebuah ekstase dari rindu yang telah memuncak.  kapasitas mereka memang layak dengan label  kontinuitas meng  eksiskan sang maha eksis. 

syahadah,  inikah  fase dimana kesadaran jiwa mampu membangunkan batas-batas rasionalisme.  hingga ketertundukan fisik dari semua anggota tubuh telah terpatri menyelarasi tunduknya hati.  Pekerjaan rumah yang digariskan dari sebuah tujuan akhir sebuah perhambaan melintasi kepastian yakin – (baca) kematian.  wa’bud Rabbaka hatta ya’tiyakal yakin.  

Wallahu a’lam 

Sollallahu ala alhadi

 ila sabilir Rasyad

#BikailaRobbi 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون