inilah tanda diterimanya amal ibadah? 



tamak dan berharap imbalan pada sebuah ibadah yang kita kerjakan adalah bukti nyata dari lemahnya iman seseorang – syehAlijumah 

tentang manusia yang mukhlis pemilik jiwa tanpa pamrih memang langka,  dan telah termaktub dalam ayat suci bahwasanya manusia tercipta sebagai mahluk lemah dan kerap berkeluh kesah dengan nasibnya. 

Sayyed Bikailarobbi .

bilakah manusia sesabar nabiullah Ayub as yang tetap ridha dan sabar  dengan berbagai ujian hingga pengusiran dari masyarakat sekitarnya.  

wacana ini terbesit dalam catatan lama sayyed terkait “jangan beramal karena pahala atau niat taqorrub”.  kontroversi antra yang nyata dan esensi?  ya,  inilah  seni dari fase ibadah yang sejatinya terpatri pada jiwa setiap mahluk yang mengamini kecerdasan sepritualnya.  

ketika seseorang melakukan kewajiban shalat disisi lain ia menginginkan terkabulnya setiap hajat maka hal tersebut adalah bukti dari kelemahan jiwanya.   walaupun sekilas nampak baik,  sebab ia lemah karena Allah dan merasa rendah dijalan Allah.  

solusi dari belenggu  keragu-raguan atas terwujudnya harapan dan imbalan tanda diterimanya amal adalah memaksakan diri untuk naik pada level selanjutnya,  dimana amal ibadah tidak terbatas untuk niat taqorrub demi impian duniawi maupum ukhrowinya.  melainkan dengan menafikan impian-impian tersebut hingga yang tertinggal hanyalah ikhlas dan ridha atas ketentuan takdir ketetapanNya.  

jika seseorang mengharap penghargaan berupa  imbalan atas amalnya maka berlakukanlah sifat shadiq “jujur”  pada setiap ibadahnya.  

 jujur disini diartikan dengan kemurnian ikhlas hanya karena Allah.  karena syarat mutlak diterimanya ibadah adalah kemurnian ikhlas dalam mengerjakannya.  

tinggalkan keragu-raguan tentang diterima atau tidaknya ibadah  karena hal ini teramat samar bagi manusia umum.  karena parameter minimal maqbul yang paling mudah di deteksi adalah wujud berupa kesehatan dan keselamatan dalam jiwa raga dan segala urusannya.  

kesimpulan tidak sederhana diatas sepatutnya telah menjawab pertanyaan saudaramu : bagaimana anda tahu jika amal ibadah dan taubatmu telah  diterima Allah Rabbul Izzah?  

jawablah “: keselamatan dan taufiq (dalam menjalankan syariahNya).  selama kita telah dianugerahi taufiq untuk menjalankan taat dan diberi rizqi berupa keselamatan – jiwa raga- maka hati akan merasa tenang bahwa Allah telah menerima amalku,  dan sesungguhnya Allah maha pemurah”.    

maka mulailah untuk fase berikutnya untuk menjalankan  setiap ibadah murni karena ridha  Allah dan  bukan karena timbal balik apapun. imanilah keteyapan taqdirNya.  

faham pora?  hmmmm…. 

wallahu A’lam

#BikailaRobbi 

Sollallahu ala Muhammad 

https://bikailarobbi.wordpress.com/2013/07/19/jangan-puasa-karena-pahala-atau-niat-taqorrub/
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون