Makna sholat sebagai penenang Mata? 



keterangan hadis Jibril yang sangat mashur, Ihsan adalah : representasi mamusia  agar ‘merasa’  melihat Allah Rabbul Izzah dalam setiap ibadahnya.  “beribadah seakan-akan kamu milihatNya,  pun jika kamu tidak melihatNya,  sesungguhnya Dia – Allah- melihatmu.” – alhadis 

Sayyed Bikailarobbi .

 teori lama yang tak lekang terus terlupakan adalah tentang perbedaan  derajat antar manusia pada tingkatan ibadah mereka, ketika ilmu yang diringi rasa haibah menjadi puncak faham dalam pemahaman makrifah.  maka akan semakin jelas bahwa ‘kebaikan yang dianggap ibadah ‘ oleh manusia awam dipandang sebagai keburukan bagi para ahli taqorrub.  

Hasanatul Abror Sayyiatul Muqorrobien 

perbedaan prespektif ibadah bisa dicerna  dari basic ilmu yang menjadi jendela pemahaman bagi  keduanya.  ketika ahli taqorrub melihat ibadah bukan sekedar masalah menggugurkan kewajiban dibalut syarat dan rukun, maka awam memahami sebaliknya dengan tambahan surga neraka.  

muqoddimah diatas cukuplah untuk sedikit menjadi dasar penalaran perihal perbedaan antar manusia dalam praktik ihsan yang diajarkan Jibril kepada para sahabat mulia  Nabi.  

Imam Rifai dalam kitab Haalatul ahlil Hakikat Ma’Allah – keadaan (sikap) para ahli hakikat bersama Allah- menafsiri hadis jibril diatas dengan komparasi antar hadis dan melahirkan pemahaman yang membuat sayyed takjub, semakin menegaskan  bahwa Rasulullah adalah raja dari para ahli taqorrub jagat raya.  

ihsan yang digambarkan dengan seakan-akan kamu milihatNya,  adalah tentang tabiat manusia umum yang perlu penegasan bahwa Allah Rabbul Izzah maha melihat serta memperhatikan ibadah hambanya,  walaupun mereka tidak pernah melihat Allah. sementara bagi Rasulullah,  ihsan beliau adalah hakikat saling melihat antara sang Rasul dengan Allah Rabbul Izzah. 

hal  keadaan  inilah yang menjadi titik terang  riwayat hadis imam Bukhori ” dan telah Allah jadikan penenang mataku dalam shalat.” 

wa juilat qorrotu aini Fi assholat– Hr Bukhari 

imam Qhodhi iyadh menjelaskan bahwa pendapat mayoritas ulama menafsiri bahwa yang dimaksud  penenang mata dalam hadis ini adalah shalat al’mahudah yaitu sholat syar’i– dari takbir ihram hingga salam. sebagian ulama memaknainya dengan  sholawat Allah dalam ayat quran,   Allah dan para malaikat selalu bersholawat kepada Nabi.  

penjelasan imam Rifa’i mengenai penggabungan ihsan dan qurrota ayni dalam dimensi hakikat tersebut menguatkan bahwa Rasulullah melihat langsung Allah Rabbul Izzah bukan hanya ketika beliau diangkat ke sidrotul muntaha saat isra’ mi’raj saja.  melainkan dengan derajat ihsan yang sangat tinggi dan kekhususan-kekhususan tak terbatas,  maka tak heran jika sang Nabi  merasa sangat menikmati menghabiskan waktu-waktu luangnya untuk bermunajat melalui shalat,  karena munajat beliau adalah munajat qurrota ayni*
Wa sollallahu alal imamil Muqorrabien

Bikailarobbi *syydep 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون