Hidupkan semangat Kematian



wa lal akhirotu khoirul laka minal ulaa- ayth

musafir yang sedang berteduh ditengah perjalanannya,   gambar nyata yang sengaja disamarkan para penafi alam baka  kehidupan.  

kalam manusia terlafadzkan  doa niscaya,  hal buruk yang dilayangkan pada objek akan kembali pada diri kita sendiri, pun meski mereka memaklumi adanya.  karena buruknya perangai hampir tidak dapat ditobati

Sayyed Bikailarobbi .

sedikitnya  taufik petunjuk  sangat berarti dari banyaknya  kecerdasan akal yang tak tersentuh taufikNya. puncak stabilitas konstan dalam ibadah istiqomah wujud anugrah terindah dari cipratan-cipratan kecil taufik wasilah sang murobbi spirit.  

pusara berkah terpatri pada kehidupan  pelaku syukur,  bilakah keberkahan berkembang tumbuh pada diri  kikir lagi takabbur.  sang fasiq dermawan lebih berarti dari si taat sebaliknya. karena sosial miliki tendensi hidupkan empati  kebersamaan.  

semangat  kematian fokuskan manusia meraih khusnul khatimah,  introspeksi atas  gambaran dominasi waktu yang hilang tak terulang.  mengingatnya merupakan obat dari segala ambisi tuulul amal aka panjangnya harap keinginan tak bertuan.  alasan tentang kelayakan dan tanggal main masa muda memang harus dibungkam,  karena ia datang mengejutkan tergantung pada kebiasaan apa yang telah dan sedang tertanam.  

tuangkan kata kalimat dalam bejana mizan.   sedikit banyak timbangan amal terreduksi kata-kata.  ketika keselamatan mutlak bukanlah orasi teori maupun argumen kecerdasan,  melainkan kesejukan dinginnya diam dalam amalan nyata.  

la taghdob fainnal lhilma sayyidul akhlak –  usah umbar kemarahan diri,  pekerti terbaik adalah bijak – memahami-.  pun memang kita belum termasuk manusia yang makrifat,  ketrrtundukan diam adalah solusi terbaik kecuali dalam ranah hukum yang pasti. sungguh akan datang HARI DIMANA MULUT TERKUNCI DAN RAGA AKAN BERSAKSI SESUAI DENGAN APA YANG TELAH DIKERJAKAN?? 

seimbangkan  semangat hidup untuk semangat hari akhir,  semangat  mengapresiasi   amalan sunnah yang biasa diremehkan .  letakkan diri pada keterasingan yang memang kerap berimbas cibiran khalayak.  sang pengamal sunnah di zaman akhir seperti para penggenggam bara –  keteguhan hatilah yang dapat  memaklumi  panasnya telinga dari para penghujat lurusnya  keteladanan Rasul.   

wallahu a’lam

manusia yang paling sanggup meraih Nur ilahiyyah adalah Rasulullah Habibullah Muhammad,  maka kelemahan manusia awam tidak akan sanggup meraih percikan dari Nurullah keculai hanya sebatas berkah melalui wasilah Rasulullah. sampaikan wasilahmu minimal   bersholawat 11 kali setelah sholat fardhu dengan khusuk dan posisi duduk iftirash ( seperti duduk pada tahiyyat awal)  seraya berucap : Allahumma solli ala habibika sayyidina Muhammad*

 *ibn Atthaillah assakandary –  miftahus sholah 

–> next : Mengapa Harus Makrifat sebelum Kematian? 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون