maafkan atas Reduksi korupsi dan manipulasi ? 


nilailah dengan pujian dan maafkan atas  reduksi disetiap ketaatan ibadah,  pujilah atas ketetapanNya dan  maafkan atas  jerumus maksiat yang menyalahi aturan kita, jika berupa keluputan,  lupa dan segala  hal yang kurang berkenan,  maka telah kami dekatkan padamu jalan adab pada setiap apa yang berjalan dikuasamu.  
Bikailarobbi.wordpress.com 
minimal level plan b 

komoditas  pemula  yang kerap bergaul dengan  ulama sangat sedikit dari mereka yang memahami teori halal dan haram. mereka tidak mengerti liku dan batas keduanya kecuali masalah-masalah yang rinci dan jarang sekali terjadi.  sisi realitas  yang terjadi di pelbagai kelas kehidupan kita.  cerminan diri adalah kunci memahami aksi dan reaksi mahluk  alam sekitar.  usah menaruh batas pada ketetapan yang tak terbatas.  mengalirlah seperti sungai dan disanalah saadah bahagia  bermuara.  

menjadi ramai adalah menjadi bisu,  melawan  kata-kata dengan nalar panjang sesekali menaruh telapak tangan  sebagai tali ikatan yang kuat atas afat bahaya  lisan.  usah terbawa jerit   provokasi   penglihatan mata dan pendengaran telinga. masa dimana  kepekaan sesungguhnya sudah tidak lagi sejalan.  yang tersisa tinggallah kesabaran yang akan membuat nilai ibadahmu menjadi lebih layak.

ajaran beristighfar setelah ibadah apapun membuat diri menjadi yang tidak pernah pantas mendapatkan imbalan pahala.  karena taqsir – kesembronoan – dalam menjalankan taat pasti meliputi diri para salik,  yang sibuk dengan ketatnya pelaksanakan syarat dan ketentuan yang berlaku.  maka semakin taat seseorang dalam mengamalkan syariahnYa semakin jelas pula ia mengidentifikasi keluputan-keluputan yang selama ini  dilalui dengan penuh SaDaR.  

parameter  minimal dari derajat ‘damai dalam tenang dengan Allah’   adalah seseorang yang ketika para mahluk berpaling darinya ,  maka ia tetap merasa  teramat  damai dan tenang  daripada keadaan ketika para mahluk – tertunduk-  menerimanya,  hati-hatilah dengan tipuan kemurnian  sang  waktu. karena di dalam  lempitan-lempitan cakupannya terdapat hal yang membahayakan yang tidak terlihat kecuali bagi hamba yang diberi kewenangan dariNya.  

lagi-lagi tenangnya hati,  fikiran dan rasa menjadi tolak ukur sebuah pencapaian dan bukan menjadikannya sebagai akibat atas tulus tak bersyarat. apapun terjadi jadikan sebagai wasilah kelemahan manusia dalam membumikan dirinya,  karena sujud dan ketertundukkan  memiliki sangat banyak cara beraneka ragam.  

ahli dzikir adalah ahli adab tata krama,  : Aku akan senantiasa hadir dan menjadi teman orang yang selalu mengingatKU – alhadis.  jika dalam setiap waktu tidak dapat melayakkan diri pada batas minimal tata krama dalam dzikirnYa maka apalah arti dzikir kita?  pun mengingatNya tidak harus dilantutkan kala seseorang hanya dalam keadaan hadir – fokus- saja.  kealpaan yang meliputi pun selayaknya tetap untuk bergumam dalam mengingatNya.  bukankah semua mahluk ciptaan  di alam  raya ini senantiasa  berdzikir? mengapa pemilik akal tidak lebih peduli dengan setatus kehambaan dirinya!! 

nilai ibadah semestinya terjawantahkan dalam ketidak layakan diri  pada pengamalan  semua perangai mulia.  karena setiap pengakuan yang diakui dalam keadaan sadar hanyalah bisikan-bisikan syahwat yang timbul dari diri yang merasa telah menggapai batasan tertentu pada tiap level tanpa batasnya.  para arief  yang memahami ini akan maklum bahwa seringkali  latar belakang maksiat seseorang kerap meninggikan derajatnya dari pada pengamal kebaikan yang  terjebak   performa kesucian dirinya.   sebuah jawaban tentang kemuliaan dzil – merasa hina- atas keburukan izz – merasa luhur-®™

kealiman memang tidak menjamin masa depan bahkan dua kali lipat kehancuran kerap menjumpainya.  ketika ilmu yang dimilikinya malah menjadi fitnah menjerumuskan  bukan menjadi berkah yang menyelamatkan.  

 hari dimana gelar-gelar yang disematkan  akan  bermetamorfosa menjadi bumerang hujjah atas mereka dan bukan hujjah untuk mereka.  inikah afaat – bahaya- ilmu bagi para alim yang tak dibela pengetahuannya, sebaliknya menjadi penggugat diri ?  

Ya Allah berikanlah diriku rizki kebaikan dan gunakanlah aku dengan hal-hal positif – kesalihan– amien. 

bijahi Nabiil a’dzham 

… katsitul musawa  sayyed… 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون