Tutup Mata Tulikan Telinga 


dua indera ini kian memberangus sistim saraf otak manusia dari fitrah alamiahnya. Persoalkan sisi relative kesampingkan prioritas esensi dari setiap uswah pewaris utama. -syyd

BikailaRobbi Rules

belenggu kian menggunung tak pernah terbendung. acuh dan kebencian dibalas dengan buruk sangka bak manusia linglung. kebebasan hanya berimbas pada  logika umum, batas dimana akhir dari sains adalah ketakjuban yang memasung. mencari-cari jawaban gundah gulana melupakan diri dari keterbatasan  absolut pada ranah dimana sunnatullah berlangsung. 

 bahwa hasrat para pencariNya adalah apapun pertanyaan yang sewajarnya tak terjawab berujung pada bukit bingung. sewajarnya mengafirmasikan diri sejak semula perihal firman terberat bagi para salik terkait ayat : subhanallah amma yasifuun, wass salaamun alal Mursalin. 

maha suci Allah dari apa-apa yang telah mereka sifati, dan keselamatan hanya milik para -rasul- utusan. 

ketentuan memuaskan tentang pengetahuan utuh tanpa tanya  atas Al-Haq takkan  berpihak pada manusia umum  selain para Rasul, maka tidak ada satu mahlukpun dapat merinci sifat dan apapun tentang Ketuhanan dengan baik kecuali dari yang terpilih  Rasul para pengemban dakwah risalah pilihannYa.  

tutup Mata tulikan telinga dari keterbatasan nalar manusia yang tanpa henti menyibukkan hal percuma perihal samudra tanya, yang  berperan pada penyia-nyiaan  umur ricuhkan alam fikir  tanpa sempat mengamalkan-  pengalaman dari hal kecil  yang sering memberi jawaban. tegaskan  tentang  pintu langit dari  Garis takdir  dibukakan rahasiaNya   oleh penerima dan penemu hikmah.

seperti halnya ketidakruntutan tulisan ini maka pertanyaan itu sebenarnya akan semakin terjawab. semakin terbukti bahwa alam raya dan seisinya bukanlah abats -tanpa hikmah atau sia sia belaka-.  semakin jelas kebodohan yang harus diakui Aku tanpa menganggap bodoh para alim sebelumku. 

menjaga diam di alam jaga – pun tak terjaga, sadar pun tak sadar. akan memberiku jawab dari balik kesabaran dan kesadaran pada kemurnian pasrah ridha ikhlas semampu mampu mampunya. 

kemampuan terbatas secuil apapun  menggambarkan kualitas diri yang mengantarkan pada batas kelayakan pengetahuan berikutnya. adakah aku layak dengan kualitas yang sangat seadanya ini. 

dan jawabanpun enggan menjawab karena nilai diri yang kerap meninggi tanpa menghargai yang semestinya dihargai tinggi. 

Maafkanlah dirimu- kembalilah pada titik awal dimana mata dan telinga tak lagi tercederai oleh luka lahir sebelum batin. 
Wallahu alam 

solli alal Mukhtaar 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون