merawat kebingungan diri? 



wa qul Rabbi zidni ilman – ayath

dan ucapkanlah (muhammad) : wahai Rabbku,  berilah tambahan ilmu kepada hamba –  quranic
pada beberapa  tulisan sebelumnya.  sayyed  menyinggung ihwal keterbalikan terbaik,  sebuah  usaha jalan   meghidupkan  makna yang diam dalam senyap rajut bahasa   membebaskan.   terjemah bias  dari baris tanya yang pasti dijejali keluputan mencolok. bilakah  arti literal kan menjawab  jika sebuah pemaknaan memang hanya  mampu  didaur ulang    pemilik  kompetensi minim. 

Bika ila Robbi

dapatkah  memberi gambaran yang mendekatkan pada maksud tujuan yang  sebenarnya jelas namun pelik. usaha menggabungkan pemikiran  jalan tengah  menjadi wasilah terapkan masa lalu.     

selami  lautan hikmah para pemecah teka-teki alam   yang tak satupun dapat  merasakan kondisi apa yang sedang dirasakan kala itu.  kembali tergariskan bahwa : diam adalah bahasa Tuhan dan yang tertinggal  hanyalah Terjemahan buruk dari – pemahaman- manusia umum.  

dan sebagian  hal terbalik yang luput dari sadar tak tersadarkan  adalah tabiat dari poin-poin disini : 

1. semakin berkurang iman seseorang,   ego akan mengklaim   bertamabahnya kesempurnaan iman. ketika orang merasa bertambah imannya maka kecurigaan dan rasa takut akan kemunafikan dirinya semakin muncul.  

2. minimnya  pemahaman  tentang AlHaq melahirkan kecenderungan   hiyanat terhadap sesama. sampai terlampau  jauh menyangsingkan segala jenis niat mereka.   semakin tinggi pengetahuan seseorang tentang Alhaq,  membuat takut meliputi adanya kemunafikan diri.  

3. ketika pemahaman fikih seseorang terbatas, ia mudah untuk memfonis salah pada orang berbeda pandangan.  ketika fikih seseorang tak terbatas,  ia sedikit menyalahkan orang yang bersebrangan dengannya. 

4. jika sifat wara’ – kehati-hatian tak pernah menjadi prioritas.  maka buruk sangka pada orang lain pun menjadi wajar.  jika sifat wara’ mendominasi maka  prasangka baiklah yang akan kerap muncul.  

5. sedikitnya tela’ah dan kajian mengantarkan pertanyataan  naif : baru kali ini aku mendengar kitab ini.  semakin ia rajin menelaah,  pertanyaan pun berganti :  betapa banyak kitab yang aku tidak  ketahui.  

satu demi satu terurai sudah jerat yang memasung  buas keinginan ramai masalah  koreksi.  mulai dari koreksi maslahat  diri.  telah jelaskah  kemana  titik diri akan kembali berjalan dan menuju? 

dulu aku merasa pintar, hingga ingin  selalu merubah orang lain

kini aku bijak,  maka prioritas perubahan adalah pada diri sendiri

– j rumi

al khatami Rules eva 

wa ma Taufiqi illa Billah 

Allahumma Solli ala khatibul umam

Wallahu A’lam 
  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون