Hening indah Kemerduan Lebih Jelas? 


sang murid takut pada cobaan  maksiat lahir –  ketika para   abror lebih takut kepada cobaan keKufuran? – unknwn

ada apa dengan keraguan yang semestinya hilang.  bukan masalah kuantitas kualitas yang sulit disamakan.  kurun masa dan tabiatlah yang merubah segalanya. karena bahasa dan makna tidak lagi terdengar tanpa tanya.  masa dimana para  cendikia   mendalili amal bukan mengamalkan dalil.  
Bikailarobbi sdsyd

tegakkan sisi positif malu,  sungkan sebagai asas  utama  untuk kembali mengilaukan  basyirah yang smakin sayup  meredup.  sejauh mana seseorang sanggup tertunduk  pada  atmospir   hawa dari kemaha wujudan   sang Khaliq.   sungguh  hanya  menengokkan wajah ke arah  langit pun dianggapnya sebagai satu perangai terkutuk,   membatalkan syarat mutlak  tuma’ninah dalam kehadiran abadiNya. 
mereduksi syarat rukun syariah hanya terkungkung pada lima rukun utama tanpa menyelami apakah amalan terbaik yang paling berat dalam timbangan manusia kelak.  kedewasaan umur mengantarkan pada jalan exclusive  tumbangkan hanan  kasih mulia. bilakah ketulusan rasa dari kemurnian hati fikiran dan cinta masa kecil nan  suci  kembali menjiwa.  

saatnya kehati-hatian diartikan  mereduksi yang dibolehkan. sebuah usaha melawan isroff berlebihan dalam segala bidang demi mengejar alternative  jalan pintas.  jika yang direduksi hanyalah label tercela maka itu bukanlah sifat hati-hati yang utama dalam tahapan   mengenyampingkan duri dari jalanan,  melainkan   sewajarnya fawahis dari  perlawanan  menjijikan yang seharusnya  nihil sejak semula.  saat tobat sambal itu terucap pedas merindukan.  

batas dan pertanyaan  kian memendam dendam mukafaah – balas membalas-  wajar dari rasa kecewa terhadap perangai munculkan rentetan  keacuhan silih berganti. meniup asap menyalakan api membakar arang debu berterbangan tertiup angin  penuhi ruang-ruang kosong.  
 

saatnya jalani fokus mengamalkan dalil dari sekecil apapun kewajiban dan kesunahan ajakan sang panutan. sebelum   pencarian illat sabab dan pertanyaan kian  meragukan  menggilas  batas usia dari frame kacamata tebal para cendikia.kembali kepada Ahli Dzikir yang sebenarnya jika itu memang meragukan? 

banyak penerima  syariah fikih – agama- yang mendengar- lebih fakih  dan alim dari pembawanya.  inilah masa itu dimana para pengamal yang faham lebih banyak diam karena kehati-hatian maksimal lebih   intense  mengamalkan ilmunya  ketika penceramah kondang   kerap menjerit berapi-api meributkan dalil-dalil masalalah cabang-cabang agama tanpa sempat mengamalkannya hingga ujung batas kontrak usia telah usai. 

menjadi yang terhening diera bingar manusia adalah merelakan  massa yang dulu berkutat mengelilingimu demi sebuah irsyad petunjuk arah dunia akhirat  mereka yang telah beralih haluan kepada saudara seperjuanganmu yang diberi anugrah syuhroh ketenaran baru.  kesunyian majlismu adalah anugrah terindah yang sebenarnya sangat  ditunggu para arief yang ingin lebih sibuk dalam   munajat dan ibtihal sepesial mahluk-mahluk khususNya.  

keterasingan diri dari sapa massa adalah wujud nyata bahwa diri bukanlah siapa-siapa.  karena petunjuk utama dari esensi hudan adalah milikNya semata,  tak ada satupun yang dapat mengklaim absolutismeNya.   

Ilaahi anta maqsudie

wa ridhoka mathlubi 

bijahi Abil Batul 

– syyd me n alone 

  
 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون