Mari Hancurkan Reputasi


bikailarobbi

Hidup adalah tentang menjaga reputasi dan kemapanan setinggi mungkin – perjuangan mempertahankan dua makayid ini hanyalah  hiburan semu yang senantiasa menistakan hak sesama. –sayyed

Bika Ila Robbi

Tak bosan-bosannya cermin dipecah atas gambar buruk sisi diri yang kerap  bermimpi sebuah pertemanan sempurna. Mengharap yang lengkap seperti mencari gading yang tak retak. Terusir diantara jutaan mahluk  yang bertuhan  reputasi, segalanya dikorbankan berlomba  untuk sebuah kenyamaan sesaat di alam singkat  yang berkisar enam hingga tujuh puluh tahun saja. Ibrah ayat dan hadis suci lagi  mulia hanyalah pajangan dinding masjid dan rumah-rumah kosong.

 

Ketika keharusan diam dan menjadi seperti manusia bodoh sudah bukan masanya. Saatnya  yang terlihat adalah sisi lahir  mencolok dari apaapun hasrat  ke(tidak)wajaran mengada-ada. Entah itu jalur nasab keturunan maupun kasta. Kesahajaan tulus telah bermetamorfosa menjadi   kelayakan tuding menuding.  Nasib telah menelantarkanku pada masa dimana diri ini menjadi aib atas dunia sosial yang pasrah pada penelanjangan diri. Adakah satir masa lalu yang  akan berbekas atau sama sekali  tereleminasi jerumus  masa.

Hasrat masih menjadi raja, hasrat harus  menjadi logika, dan hasrat telah menjadi kebutuhan primer parameter kepuasan batin.  Meremehkan siapapun dan menganggapnya biasa, bergembira diatas derita hingga tak pernah lagi merasa bahwa semua manusia adalah satu rangkaian  tubuh yang sama. Inilah masa terpuruk yang sedang terjadi dari   jiwa-jiwa  yang terlihat  normal  tidak sedang dilanda  buta tuli dan kebisuan atas refleksi diri  yang tidak lagi reflek.

Baik buruk nasib adalah basyiroh yang dapat mencerna dan  menalarnya. Karena hikmah tak pernah  lepas dari setiap keadaan apapun menimpa. Pengabdian sang abid bukan sekedar sisi horizontal yang mutlak tanpa jalan vertikal.  Tertutup atau terbuka, pada akhirnya kemauanlah yang akan menentukan atas izin ketetapanYa.

sampai kapan hasrat akan terus pasrah melacurkan dua sisi batin dan lahir atas kedzaliman, pura-pura buta dan menjadi sibuk menilai sinis  aib  pelacur-pelacur lahir  yang  mungkin (dan pasti)  akan menjadi suci dan disucikanNya melalui kepekaan asas kerendahan diri mereka pada   dzil yang meninggikan iZZ. Sebaliknya kebodohan menilai reputasi diri karena merasa mulia  izz kerap membalikkan manusia menjadi dzil yang merendahkan hingga tertolak hijab berimbas kekufuran? Naudzubillah

 

Reputasi hanyalah aral atas kebaikan tak berujung. Meraih dan menjaganya seperti mengharapkan oase  fatamorgama yang menipu,  membuat jalan semakin jauh,  terhenti hingga terjatuh pada kemungkinan terburuk sebuah kesesatan atas jalan selain jalanNya. Reputasi berbeda dengan anjuran menjauhi dosa-dosa fasiq terkait  muru’ah yang dianjurkan agama. Reputasi adalah egoisme manusia yang menginginkan puja-puji mahluk atas nisbat-nisbat keangkuhan diri dan enggan untuk berbaur dengan awam sesama, merasakan yang semua rasakan.

Ya Rabb..  Hancurkan reputasiku diantara mereka, karena dirimulah yang berhak menilai ini semua !!

Allahumma solli ala alinsan al kamil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون