Berkah dan hijab keAkuan


image

Iblis berkata : aku lebih baik dari dia – quranic

Bahwa tanah dan debu  secara dzat tempatnya rendah dibawah, sementara  api senantiasa menggeliat ke arah atas adalah nyata sebuah fenomena asal penciptaan. dengan logika ini,   iblis konfidence merasa dirinya lebih mulia dari adam hingga enggan untuk bersujud kepadanya.  malaikat pun mulanya membangkang dengan merendahkan Adam yang akan dijadikan khalifah bumi. “apakah Allah akan menjadikan ia -adam- sebagi perusak dan menumpahkan darah di bumi?” namun malaikat segera meminta maaf dan mengklarifikasi penilaiannya.
#BikailaRobbi
Abied mudzil

ketika sesama manusia awam saja rasa yang terpendam mengAkukan aku dapat menghalagi keberkahan madad yang seharusnya turun. Bagaimana dengan orang alim, guru, orang solih, atau waliNya. manfaat  kebaikan madad, nur, hidayah,  ilmu dan semua kebaikan Allah   ibarat air yang hanya akan mengaliri dataran rendah. pun air tidak akan mengalir ketika datarannya sama rata.  ketika manusia merasa memiliki derajat yang sama madad pun kan  terhenti?!.

demi mengantisipasi hijab yang melekat dan sulitnya menngapai berkah dari manfaat madad  nur dan  ilmu, syekh syarofuddin an Nawawi atau lebih dikenal dengan imam Nawawi syiria. saat ingin berangkat berguru, beliau selalu bersedekah kepada fakir miskin dijalan yang ia lewati dengan niat agar Allah swt tidak pernah  melihat aib gurunya yang berimbas pada meremehkan/merendahkan derajat gurunya.

ketika seorang sulthan dari para sulthan di luar irak hendak menziarahi kuburan Qutub Abu Yazid albustomi. sang sulthan -raja- tersebut menemui syaikh tua yang  paling  berpengaruh dari pengikut amaliah Abu yazid, sulthan  bertanya : apa yang kau ketahui dari Abu Yazid albusthomi? 

syekh menjawab : Barangsiapa menziarahi Abu Yazid maka jasadnya haram menempati api neraka. sulthan terheran-heran dan berkata: Abu jahal yang bertemu Nabi saja masuk neraka!?

Syekh menjawab : itu sebabnya abu jahal menyakini bahwa nabi Muhammad hanyalah anak yatimnya Abu tholib, dan tidak menganggapnya sebagai Rasulullah. andai Abu Jahal menganggap Rasulullah sebagai Rasulullah -dengan segala kemuliaannya- niscaya abu jahal pun tak kan masuk neraka.

sulthan sangat  tersentak dengan jawaban syaikh yang menjelaskan dengan simpel dan gamblang tentang kedudukan Rasulullah menurut Egoisme  abu jahal.

adakah ibrah pelajaran dari kisah-kisah diatas  hingga masih tega bergosip ria hingga kerap mencari kekhilafan setiap sisi negatif  teman dan guru-guru mulia  kita? Bagaimana mungkin pancaran  berkah taufiq dan manfaat kebersamaan akan tertuju ketika i’tikad meremehkan senantiasa bercokol dalam hijab keAkuan terlampau  memuliakan diri !.

Ya Tawwab tub alaina

semoga masih dianggap
Amien.

Solli ala alfatih lima ughliq

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون