Puasa ahli Tarim


image

Allahumma innaka afuwwun kariem tuhibbul afwa fa’ fuanna ya Kariem. -alhadis

Lazimnya muslim dunia, ahli Tarim menyambut bulan mulia ini dengan sambutan yang khusyuk penuh  antusias. malam layaknya siang dan siang pun ramai dengan aktifitas i’tikaf di masjid-masjid bersejarahnya. 


Sayyed BikailaRobbi

Puasa merupakan satu dari pelbagai ibadah umat nabi-nabi terdahulu. sementara puasa Ramadhan adalah syariat khusus umat Rasulullah seperti keterangan imam  Zainudin almalibari dalam fathul muin. Sebelum hijrah,  puasa yang dilakukan Rasul dan umatnya adalah puasa 10 muharrom. Hingga pada hijriah tahun kedua ayat perintah puasa Ramadhan turun menegaskan akan kehususan kewajibannya bagi umat ini.

Kesibukan Ahli Tarim

Menghidupkan malam malam Ramadhan merupakan tradisi salaf alawiyyien Hadramaut. Tak kurang  360an  musholla dan masjid -seperti bilangan hari sepanjang tahun- di distrik Tarim dan sekitarnya terlihat begitu meriah dengan rutinan tasmi’ quran dzikir jamaah dan i’tikafnya. Enam atau tujuh masjid sepesial dari 360an musholanya  memilki jadwal khusus yang berbeda dari jadwal sholat isha dan Trawih pada umumnya.

ketika adzan ishya berkumandang, 7: 18 malam  hampir semua imam musholla bergegas  melaksanakan jamaah isha setelah jeda 5-10 menit pasca adzan untuk kemudian dilanjutkan dengan tarawih hingga berakhir sekitar jam 8 malam.

sementara jadwal Jamaah isya dan Tarawih masjid Assakran jam 7:25-8:10. Masjid Darul mustafa Habib Umar  jam 8:00-9:12.  Assegaf Habibb saa’ad Alydrus adalah jam 8:30 9:00 hingga jam 9:30an. Masjid imam Muhdor habib abu Bakar bin smith  jam 9:40 sampai 10:25. Masjid Baalawi habib Hamid Baalawi  jam 10:40- 11:42. Masjid Jami Tarim, Habib Masyhur  jam 12: 15- 01:00.

Ketika penulis sempat pergi ke luar Tarim. di Khautoh daerah dimana mayoritas penduduknya memiliki afiliasi dengan marga Alhabsyi Ahmad bin zen, ‘satu dari segelintir murid sepesial Imam Abdullah alhaddad’ -sohhibul Rotib alhaddad- sholat trawih malam hanya ada di masjid Toha di sekitar pasar Hautoh. Pun hanya diisi oleh mayoritas kelurga alhabsyi yang jumlahnya terbilang sesikit hanya puluhan. Berbeda dengan Tarim dimana setiap musholla ramai dengan keriuhan jamaah dari habaib senior,  pribumi maupun pelajarnya sampai larut pagi apalagi saat khatam Quran di masjid’masjid khusus.

Sajian qohwah dan kacang-kacangan kerap disuguhkan pada jamaah  menjelang doa doa akhir di masjid imam Muhdor.

Puncak kemeriahan malam dan fajar dimulai pada tanggal 21 Ramadhan. Pada tanggal-tanggal ganjil ini bukan sekedar isha dan Tarawih. Sholat subuh pun ramai dengan jamaah. Tak heran jika sajadah-sajadah masyarakat dan pelajar  Tarim sudah berebut digelar menjelang maghrib demi menempati shaf barisan dibelakang para habaib senior.

Semenjak awal malam Ramadhan sebenarnya banyak dari habaib senior masyarakat dan pelajar menjalankan tarawih berulang-ulang. Satu malam 3 sampai lima kali isha dan Tarawih diulang ulang dengan niat i’adah. dalam ranah fikih, mengulang shalat atau i’adah adalah sunnah yang dianjurkan. entah mengulang shalat wajib atau sunnah. Maka tak heran jika pada 10 malam terakhir  kita akan melihat orang-orang yang sama pada masjid yang berbeda.

Kesibukan pagi dan siang hampir sama seperti biasanya. Para pelajar sibuk dengan jadwal kelas masing-masing. Dzikir dzikir seperti biasa dilantunkan sebelum dan setelah shalat. Tidur qoilulah siang. dan pelajaran fikih dan siroh yang menjadi jadwal tahunan Habib salim asyatiri di masjid jami’  setelah jamaah dUhur dan ashar- khusus bulan Ramadhan pun- ramai diikuti masyarakat umum Tarim dan sekitarnya.

Buka dan Sahur di Tarim berbeda dengan menu buka puasa pada umumnya. disini hidangan ta’jil hanyalah  makanan ringan seperti bubur daging ‘surbah’ dan goreng-gorengan. hidangan ini banyak dijajakan secara geratis dijalanan dan hampir  setiap musholla. setelah takjil masyarakat melalukan jamaah maghrib  dan niat puasa berjamaah untuk hari esoknya. setelah itu mayoritas pelajar melakukan tasmi’ alquran dikamarnya masing-masing dengan teman se asrama hingga dua sampai 3 juz sampi menjalang isya dan makanan berat pun dihidangkan sekitar pukul 6:35 malam.

Wallahu A’lam
silahkan dikoreksi
-kebiasaan ahli Tarim di sebelum 2010 ini-
semoga masih menjadi bagian mereka .. Amien

Allahumma solli ala alkhatim

nb: puasa dan tarawih di Makkah dan Madinah terlampir pada coretan lama sayyed..

 

بك محمد الى ربي

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون