Pembenaran apa lagi?


image

Kadang kita berfikir, salah saya apa ya? Padahal kalau kita jenguk diri kita ini, kita salah semua. Yang benar hanya Allah Swt
-DrLkmn h

Salah benar pada diri manusia memang kerap dipandang hanya dari satu sudut, sudut adat kewajaran. sudut syariah lahir. sudut kedangkalan, fanatisme, hasud dan kebencian semata.

BikailaRobbi sayyed

Objektivitas hanyalah mimpi  indah dari cerita lama yang tak bertuan.     belenggu hasad menafikan penilian komprehensip yang dengannya penilaian lahir bisa menjadikan salah faham, suudzhan  bahkan qodzaf!

khususnya memposisikan  diri sebagai objek. maka sebagai awam lazimnya berlaku keras kepada diri, pun pada masalah  ketidak sengajaan, dan prilakukan hal terbalik dengan   meprioritaskan kelembutan dan maaf atas keluputan khilaf orang lain.

secara syariah memasang gambar-gambar di ruangan adalah larangan karena dapat mengganggu kekhusyuan shalat orang yang sedang melakukan ibadah di ruangan tersebut. hal ini tercermin pada kisah sayyidatina Aisyah r.a yang dikritik Rasulullah perihal lukisan yang mengganggu shalat beliau solli alaih. ibnu hajar atsqolani meruntutkan kisah ini pada bab “anjuran khusyuk dalam shalat” pada kitab kumpulan hadis ahkam  Bulughul maromnya.

dalam fikih keseharian,  masalah ini tidak pernah luput dan terus terulang. anak kecil, abg puber, bahkan orang dewasa. banyak diantara mereka kerap shalat berjamaah memakai pakaian atau kaos yang tertulis dan terlukis pesan-pesan sebuah grup musik, kata tak layak sampai gambar yang memancing syahwat.

apakah dalil larangan mengganggu kehusyuan  jammah sholat mengharuskan mereka keluar dari shaff barisan sholat? disisi lain ketika seseorang memberitahu dalil ini secara serampangan maka bukan tidak mungkin para pemakai kaos metal tersebut tidak sekedar  meninggalkan jamaah tapi meninggalkan kewajiban sholat seutuhnya. kalo sudah begini siapa yang bertanggungkawab!

urgensi memanusiakan manusia dalam mengajak kebaikan adalah inti agama. kajian ihsan memang sudah hampir redup sama sekali. ketika nas dan dalil-dalil agama dilontarkan secara saklek rigid. maka tak heran jika kejumudan syariah akan semakin kentara memalingkan awam menjemput hidayahnya. Habib Abu Bakar al masyhur al adni memberi peringatan ini dalam kitabnya “urgensi adab bagi para ulama mimbar”.

harmonisme dan pembelaan terhadap kaum intelec dan outtelec sudah lenyap. kaum jababiroh dari para pemaksa kehendak dan intelect objektiv yang terbuai teori semakin merajalela. saatnya pembebasan dan pemaksaan dikaji ulang. dengan menimbang jalur keterkaitan syariah yang valid melalui kesatuan ulama disetiap abadnya. niscaya Alhaq senantiasa memberkahi kita. amen

Wallahu a’lam
Solli ala tayyib

semoga masih dikui

بك محمد الى ربي

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون