Mengatasi Jenuh dan variasi ibadah


image

Mereka yang senantiasa berdzikir disaat berdiri, duduk, dan ketika -merebahkan- punggungnya #Aliimron

barangsiapa yang berpaling dari Dzikir -mengingatKu- maka baginya kehidupan yang pelik #Toha

Menghadirkan sang maha hadir sebuah  usaha manusia membangunkan kealpaan diri. Tabiat bosan yang terpatri hingga rasa yang kerap terbelenggu mati suri. basis malapetaka masih bermuara pada  hilangnya fokus akaibat kelalaian merespon signal signal alam kuasa  Robbi.

BikailaRobbi
Sayyed EP

Bosan, jenuh, galau. merasa terkurung dalam dunia yang sempit, sumber dari perasaan DIEQ “hati dan perasaan yang kacau”. asal kata dooqo doyyiq . kalimat ini -dieq- kerap menjadi alasan sahabat sayyed saat ia ditanya oleh guru tahfidz quran “Habib Muhammad Mauladawileh”  perihal ketidak hadirannya dalam rutinan sore kami di majlis Qubaah Abu Muroyyam Tarim.

setiap kebiasaan pasti  berujung pada klimaks ini. tak satupun aktivitas yang sepi dari tabiat hati yang memang manusiawi.  karenanya dalam sholatpun hampir mustahil seseorang bisa memaksimalkan khusuk disetiap rukun-rukunnya.

fulan mungkin bisa fokus ketika tertunduk sujud dalam sholatnya, sebagian dalam ruku atau ketika membaca ayat-ayatnya. inilah satu dari jutaan  sir rahasia yang dijelaskan Ibn Athoillah perihal mengapa menghamba dalam sholat memiliki berbagai gerak dan bacaan berbeda. mengapa tidak satu bacaan saja, atau fokus sujud saja layaknya ibadahnya malaikat? karena setiap orang berbeda dalam memperoleh nafahat khusuk bahkan dalam rasa jenuh mereka.

variasi gerak dan bacaan  dalam ibadah sangat penting tidak hanya karena usaha menghilangkan rasa bosan.  cara ini juga berperan merefresh  rasa kantuk yang kerap menggoda mata untuk bermanja ria dengan dunia rohaat -berleha leha-  belum saatnya.

variasi ini sukses dijalankan salaf shalih para mastur dan mashur. seperti imam abu Hanifah yang  tidak pernah batal wudlhu isha hingga subuh selama hampir 40 tahun lamanya, sayyidina Faqih Muqoddam yang menolak  asupan makanan 40 hari lebih menjelang ajalnya, atau kisah imam Nawawi Syiria yang tak pernah meletakkan punggungnya di bumi dua tahun penuh saat masa taklimnya. Inilah juhud kesungguhan mencerai rasa jenuh demi  istiqomah  prioritas hakiki.

dzikir saat berdiri, ruku, duduk, sujud hingga tidur saat merebahkan punggung adalah anjuran alquran yang mengajarkan manusia untuk tidak berpaling memutus hubungan dengan Khaliq sang maha waspada. pun ketika hati sedang alpa. karena keadaan alpa akan mengalpakan kebaikan-kebaikan lainnya. sebaliknya amal kebaikan yang akan  mencurahkan berkah semangat pada kebaikan berikutnya.

wirid dzikir yang telah dibiasakan dengan  kontinyu akan mendatngkan waarid turunnya berkah bagi kehidupan sebuah hasil terduga maupun tidak. tidak memiliki wirid maka ia tak kan pernah  merasakan  hasil dari rutinitas  apapun. 

expresikan variasi ibadah apapun selama itu mubah dibolehkan agama, maka kejenuhan akan lenyap paling tidak ia akan melahirkan semangat lebih. 

Wama Tufiiqi illa Billah

Solli ala man tawaromat rijluh

salam syyd salam jenuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون