Perempuan dilarang pergi ke Masjid!?


image

Seandainya Rasulullah mengetahui apa yang terjadi pada perempuan sekarang, Niscaya beliau akan melarang para amat untuk pergi ke masjid seperti yang terjadi pada bani Israil#Sayyedah Aisyah R.a

Prespektif Sayyidatina Aisyah atas keadaan  kaum muslimat pasca wafatnya Rasulullah membuktikan bahwa sebenarnya sejak masa Nabi, perempuan sudah dianjurkan  untuk melakukan jamaah shalat fardlu dirumah mereka. “Khairu sholatin nnisa fi qa’ri baitiha” sebaik baik shalatnya perempuan adalah di pojok rumahnya.

Benar bahwa ada keterangan Nabi terkait tidak boleh melarang para amat untuk berjamaah di masjid ‘selama tidak menimbulkan fitnah’.  Seiring waktu berjalan  pergeseran budaya tak terelakkan,  madzharat mendomonasi dan ikhtilat-percampuran – menjadi lumrah maka ilat dari wujud fitnah semakin kentara, tak heran jika Syyidah Aisyah mengomentari masalah ini dengan tegas dan   kemungkinan Rasulullah yang akan melarang para pemudi untuk meninggalkan rumahnya demi ritual jamaah.

Nu Fitna Nu Era

fitnah adalah tantangan besar era akhir sebagi era dimana mukholafat -penyelewengan- dan dosa terlihat wajar sebagai tabiat lumrah nan biasa. bahkan mereka yang menafikan lagi menghindarinya akan dilabeli klaim munafik -versi anak zaman-. fenomena simalakama yang mengharuskan manusia untuk keluar dari candu keluguan gaya hidup redupkan bimbingan  modernitas.

demi mencegah fitnah maka hukum jamaah sholat fardlu bagi perempuan pun sedikit memiliki perbedaan dibanding jamaah pria. Berbeda dengan mayoritas yang menganggapnya sebagai sunnah muakkad, Prespektif  Imam Nawawi Syiria, sholat jamaah bagi pria merdeka termasuk kewajiban kolektif fardlu kifayah  pada satu daerah tertentu, karena dalam jamaah terdapat motif syiar syariah.

Gerak dan isyarat body language keduanya juga dibedakan demi kenyamanan disamping meminimalisir fitnah.  Masalah hak menjadi imam sampai barisan perempuan yang menempati posisi belakang bukanlah tentang diskriminasi gender melainkan memuliakan secara utuh dari sisi kehormatan harkat dan martabat secara komprehensip bukan sekedar nafsu maupun budaya partikari. meski hal ini akan terus menjadi wacana diskriminasi para pegiat ham yang konsen membenturkn antara hukum syar’i dan wadl’i -buatan manusia-.

Sebaik-baik barisan perempuan( jika berjamaah dengn pria ) adalah baris paling belakang #hR.Muslim. Imam nawawi dalam komentar sahih Muslim menyebut alasan masalah ini diantarnya: karena timbulnya sebab perusak kekhusyu’an dan fitnah dari dari lawan jenis melalui fikiran, penglihtan, suara dan lainnya yang bisa membuat seaeorang menjadi hilang konsentrasi. pun demikian mereka masih dibolehkan hadir ke masjid (meski tetap sholat dirumahnya lebih baik) jika memenuhi standar kriteria berikut:
ﻭﻫﻲ :
– ﺃﻻ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﺘﻄﻴﺒﺔ .
– ﻭﻻ ﻣﺘﺰﻳﻨﺔ .
– ﻭﻻ ﺫﺍﺕ ﺧﻼﺧﻞ ﻳﺴﻤﻊ ﺻﻮﺗﻬﺎ .
– ﻭﻻ ﺛﻴﺎﺏ ﻓﺎﺧﺮﺓ .
– ﻭﻻ ﻣﺨﺘﻠﻄﺔ ﺑﺎﻟﺮﺟﺎﻝ .
– ﻭﻻ ﺷﺎﺑﺔ ﻭﻧﺤﻮﻫﺎ ﻣﻤﻦ ﻳﻔﺘﺘﻦ ﺑﻬﺎ .
– ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺮﻳﻖ ﻣﺎ ﻳﺨﺎﻑ ﺑﻪ ﻣﻔﺴﺪﺓ

Tidak memakai wewangian, tidak bersolek, tidak bergelang kerincingan yang bersuara, tidak memakai pakaian mewah, tidak ada ikhtilat, bukan perempuan muda dan sejensnya yang membuat fitnah. Tidak ada mafsadat di jalan.

jika dalam tempat mulia -masjid- dan waktu yang mulia -saat jamaah- saja Rasulullah memberikan warning perihal menjauhi ikhtilat. bagaimana dengan keadaan diluar masjid dan semu hal yang sudah terjadi diluar sana?!

Wahai dzat sang maha penerima taubat, terimalah taubat kami.

Wama Taufiqi illa Billah
Solli ala nuril Anwar

salam Sayyed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون