Rofiqul A’la, kala Rasulullah merindukan Rabbil Izzah


image

bukan kawan, ini bukan muwadda’ah – perpisahan-, melainkan menyatukan rindu, tentang cinta yang terbalas dan hati yang kembali. jasad mungkin terbungkus kafan tapi ruh tetap bercengkerama di alam nyata senantiasa membalas setiap sapa. #Bikailarobbi

Tidaklah kami mengutusmu -Muhammad- kecuali untuk ditaati, atas izin Allah. dan jika mereka berbuat lalim pada diri mereka sendiri kemudian – berziarah-mendatangimu, memintakan maaf kepada Allah, dan Rasulullah memintakan maaf atas mereka. niscaya mereka akan menemukan bahwa Allah Swt maha penerima taubat lagi pengasih. #Nisa 64
sayyed EP
Bikailarobbi.wordpress.com

Rofiqul a’la, – teman yang luhur (Allah swt) –  sebuah kalimat tanya yang membuat Fatimatu Zahra berlinangan air mata.  kala bibir mulia Rasulullah melafadzkannya dengan lemas terbata-bata.  izrail pun menyalamimu sekedar meminta izin atas batas  jatah umur yang telah tersurat. 

setelah haji wada’,  kabar kesempurnaan syariat  Islam darimu membuat semua sahabat bersorak gembira.  hanya sang siddiq Abu Bakar yang memaknainya dengan konteks yang nyata, murung hingga menangis.  karena ia mengerti bahwa di setiap kesempurnaan pasti tersirat jelas  kekurangan! 

ada apa dengan mafhum mukholafah –  pemahaman berbeda/terbalik dari sang siddiq?  semua sahabat bingung,  hingga Rasulullah pun bertanya : kenapa engkau sedih ya Abu Bakar?.  Siddiq menjawab : ya Rasulullah jika syariah telah sempurna dan wahyu langit telah tuntas,  bukankah ini pertanda  tak lama lagi engkau akan meninggalkan kami menuju Rafiqul a’la.  bukankah ini musibah nyata?

semua sahabat yang telah sumringah gembira  tergugah dan menunduk terdiam terbawa kesedihan sang siddiq yang mengerti sejak semula.

al yauma akmaltu lakum dinukum wa atmamtu alaikum ni’mati wa radhitu lakumul islama dina!! 

hari ini telah kusempurnakan – syariat- agama kalian,   telah kutuntaskan nikmatku,  dan aku Ridlha kan untuk kalian : Islam sebagai agama.

selang beberapa minggu Rasulullah pun jatuh sakit. lemah,  lemas dan menggigil.  hingga beliau tidak mampu untuk sekedar melangkah ke masjid nya menjadi imam masjid untuk jamaah subuh seperti biasanya.  Aisyah disuruhnya untuk memerintahkan Abu Bakar mengimami Shalat,  dan Rasulullah makmum dari balik rumah mulianya. 

Inilah hari-hari biru penuh kesedihan ihwal tanda-tanda berakhirnya amanat risalah.  serial awal mula kerinduan Rasulullah pada Rabbnya setelah memuncak.  penyatuan sang habib dengan almahbub. kabar baik membahagiakan  perihal prediksi mati mudanya Fatimah yang akan menyusul beliau setelah sebelumnya termurung akan ditinggalkan sang ayah.

Muttabi’ – to b continue

Allahumma Solli ala Al Khatim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون