Tinggi Hujatku Rendah Nilaimu


image

hisab lah (amal)  diri kalian sendiri sebelum kalian di hisab – Allah swt di akhirat kelak-. #UmarbnKhattab

sayyed EP Bikailarobbi.wordpress.com
hisab,  hasub dan muhasabah.  kata yang sering diartikan dengan hitungan,  menghitung dan setiap yang dihubungkan bilangan.  ilmu pelajaran komputer pun di kampus kami disebut dengan ilmul hasub.  makna lain dari hisab adalah pertimbangan ‘tergantung’ seperti ucapan bihasbil haajat diartikan :  tergantung kebutuhan.  bihasbil istitoat / qudrot tergantung kemampuan dan seterusnya.

sisi buruk coretan lama dan baru pada blog ini seringkali menegaskan perbedaan dalam menilai bukan pada tempatnya.  tidak objektif dan penuh tendensi mengerdilkan dibalik wajah wasilah polesan manusia paripurna.  pun kerap sadar dan pernah menyinggung bahaya gossip meminjam pakem Ghazali dalam ihya ulumiddinnya bahwa “ghibah – gosip- terburuk adalah ketika seseorang menceritakan aib kekurangan orang lain dengan disertai pembenaran dzikir atau ayat-ayat mulia seolah kalimat-kalimat suci itu menjadi tameng kebusukan nafsu pendengki penuh dengan hiqd kebencian terselubung” 

beban berat dan sungguh membutuhkan jihad Akbar untuk bisa menekan godaan netralnya niat.  ambisi yang tak bertuan membuat manusia semakin percaya diri dengan kesucian nisbinya tanpa hisab semestinya.  apalah arti pandangan mulia sosial,  kerabat dan keluarga jika ini semua hanyalah ujian yang jika sedikit saja terpeleset maka semua akan berbalik menjadi boomerang di masa depan. 

menilai dosa dari sebuah cinta versus menilai cinta dari sebuah dosa adalah soal bagaimana menepiskan hasrat mata dan fikiran telanjang.  tidak overactive menerjemahkan dengan jujur segala bentuk dinamisme  perubahan – baik taat maupun maksiat- pada  dunia sosial melalui signal hati yang sering  kalap. 

sebuah tagline dari blog kawan sayyed memberikan solusi perihal minimnya kecenderungan objektivitas hidup untuk menekan riuh goda subjektivitasnya. karena peliknya masalah ini,  maka  sepatutnya setiap manusia :  Tak pernah berhenti belajar: belajar melihat, belajar mendengar, belajar merasakan, dan belajar menunda penilaian.

menggabungkan kerja setiap anugrah  indra yang kita miliki agar nilai-nilai cinta esensi ajaran Muhammad sang guru tidak pudar dan menghilang dari dalam diri.  sebuah perjalanan tak pernah tuntas penuh kontinu demi sebuah pemahaman rasa dari pengetahuan – makrifah- yang senantiasa terhijab ego merendahkan sesama diantara mahluk ciptaannYa. 

netral dan jujur sejak dalam fikiran,  sebelum akhirnya menjadi sebuah kata-kata,  tulisan,  tingkah laku dan kebiasaan yang akan membawa manusia menjadi seperti hasrat nafsu lawwamah – penyelewengan- nya. 

dan semoga harap membawa ambisi baru mengejawantahkan semua melalui hati dan fikiran selaras dengan ketenangan nafsu mutmainnah jalan lurusnya. 

Bi Jahi Sayyidil Kaunain Bikailarobbi

Maafkan Sayyed ya Rabb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون