Karomah Abied Menunda Adzab?


image

jika bukan karena para abied yang senantiasa bersujud,  bayi-bayi yang sedang  menyusu dan hayawan yang masih berkeliaran.  niscaya  pedihnya adzab telah turun pada umat ini bertubi tubi.

Bismillahirohmannirrohim
Sayyed EP
Bikailarobbi.wordpress.com

eksistensi abied yang menjadi penopang wasilah turunnya kebaikan,  kedamaian sekaligus penolak bencana bagi umat manusia adalah satu-satunya kriteria mahluk baligh,  berakal dan sempurna dalam menjalani sisi perhambaannya.  gambaran lahir wujud insan kamil yang diberi mandat khusus  menjadi penyeimbang jagat masrieq dan maghrieb diantara miliaran umat ijabah dan dakwah  para penyembah kelabilan dari ahlul ghoflah an dzikrillah.  manusia pelupa dan dilupakan dari berdzikir menyebut AsmaNya.

hamba-hamba yang mastur  – terasing –  maupun mashur.  layaknya uwais alqorni,  kriteria manusia manusia yang terabaikan khalayak ramai.  mashurun fis sama majhulun fil ardi.  terkenal oleh para penghuni langit dan hampir tak teridintifikasi wujudnya di seantero bumi.  

Hilyatul awliya karya Abu Nuaim sebuah kitab biografi para Rijaal  mengungkap sedikit tabir dari wujud abied solih dan abiedah solihah.  belasan sampai ratusan Abied abiedah  mastur tercatat dengan rinci pada sela-sela kisah menakjubkan diantara ribuan abied masyhur dari  empat generasi  berbeda. cari dan  bacalah kitab tersebut walau hanya seklilas,  keberkahan imbas kehadiran sirr mereka  akan meliputimu ketika perangai  manaqib para pencinta  alkaamil mukammil disebut oleh lisan.

seperti pemaparan pada  tulisan lama perihal esensi anugrah ilmu adalah Nurullah, derajat abied ini tidak mudah diraih dengan  apapun kecuali murni anugrah dan mandat khusus untuk manusia-manusia khususNya. pun begitu konon  gelar derajat kamil mukammil cenderung lebih mudah diraih   para ahli bait nabi,  mengingat ikatan biologis mereka dengan imamul muttaqien  atqol atqiyya:  Rasulullah Sollallahu alaihi wa alihi wasallam.  tak heran jika pada abad berikutnya terlahir para qutub nujaba dan nuqoba dari gen Alhasani maupun Alhusaini semisal Syaikh Abdul Qadir Jailani,  Imam Rifa’i,  Idrus Akbar, Sayyidina Al faqih Muqoddam Muhammad bin Ali Baalawi,  Imam Haddad, Syaikh Abul Hasan Syadili hingga era Qutub Abdul Qadir Bilfaqih dan Imam Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf. 

Jalinan kasih tali yang kuat dari ikatan ikatan batin para shadiqien di jagat raya ini senantiasa saling memberi support, menyapa dan saling ber silaturrahmi satu dengan  lainnya. setiap kata adalah hikmah,  doa dan anjuran suci. mereka adalah ahli adab bersama Allah,  kepentingannya adalah melerai kepedihan dari keterpurukan umat.  alam rusak ini tak kan menjadi Kiamat selama Takbir mereka masih bergema.  hingga kelak  Almahdi turun menjadi juru damai  di zaman akhir. 

Allahumma Ghfirr  ummata Sayyidina Muhammad
Allahumma Nsur Ummata sayyidina Muhammad
Allahumma Rham Ummata Sayyidina Muhammad
Ampuni,  Bantu dan Kasihanilah Umat Sayyidina Muhammad

semua umat ijabah – beriman dan bertauhid- maupun umat dakwah – belum beriman dan masih mulhid– mendapat transfer energi  doa-doa mulia para abied. wujud dari estafet pemerataan  kasih yang meliputi  alam semesta.    setiap nabi diutus untuk kaumnya,  sedangkan Aku (Rasulullah) diutus untuk seluruh umat manusia kaffah

Allahuma hdie qaumi fainnahum la yalamun. Ya Allah tunjukanlah – jalan hidayahmu- untuk kaumku sesungguhnya mereka tidak mengerti –  ihwal kebenaran kenabian dan kerasulan Rasulullah-. 

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu – Muhammad –  berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Ali Imran 159

Mengarungi jiwa para abied  di setiap masa adalah meniti kelembutan Kasih tak berbatas dalam ruh dan jasad Rasulullah Muhammad.  melebihi cinta kasih dan perjuangan tak berbalas  seorang ibu yang mendapat predikat khusus untuk dimuliakan tiga kali lebih dari menghormati kemuliaan sang ayah. karenanya kewajiban membalas cintanya adalah tentang   rasa cinta yang akan membedakan level jelas ihwal posisi  manusia dihadapanNya. 

Ittiba‘ mengikuti sunnah Rasulullah adalah project besar dari tujuan  menyayangi sesama pada garis mustaqiem untuk menggapai cintanYa –  para penebar tali kasih dibumi adalah para mahluk pilihan yang dikasihani mahluk-mahluk langit – malaikat-. 

Adapun para bayi yang sedang menyusu dan hayawan yang berkeliaran di semesta alamNya adalah gambaran mahluk-mahluk suci yang memang tidak diberi tanggungan beban  taklif syariah.  tak heran jika ada anjuran Rasulullah untuk menghadirkan mereka untuk dijadikan wasilah saat manusia hendak meminta pertolongan syafaat perihal kemarau dan panceklik dikajian sholat istisqo. 

wama Taufiqi illa Billah
Allahumma Solli ala Muhammad

جزى الله عنا محمدا ما هو أهله

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون