Tentang Sahabat dan Teman Hidup


image

Berteman dengan para Rijaal – dari golongan manusia penepat  janji Allah –  adalah nikmat abadi di alam fana.  #UmarbnHafidz

Sebanyak apapun olah lahir dan batin seseorang melalui ritual   sholat,  dzikir,  membaca alquran,  diam  merenung dan  mengasingkan diri,  akan tetap sulit bagi manusia umum  untuk memahami  hatinya atau merasakan manisnya makna-makna amaliahnya.  kehampaan inilah yang takkan lekang dari keharusan menjalin persahabatan dengan Rijaal para ahli makna.  mereka akan membawmu pada  peristirahatan nalar pendekmu, menyudahi segala amalan dan angan hampa nan melelahkan.
sayyed EP
Bikailarobbi.wordpress.com

Hai orang-orang yang beriman :  bertaqwalah dan bawalah diri kalian bersama para shadiqien * Ataubat 119

Bawalah dirimu beserta  para pemilik niat yang siddiq.  pemilik hati dan amaliah  istiqomah. merekalah qudwah – panutan- keselarasan komprehensip : ucapan,  niat,  amal,  hati dan keikhlasan utuh kepada Allah disetiap gerak dan diamnya.

sebuah hujjah amaran – perintah- umum  menegaskan dengan keras perihal persahabatan sejati.  taqwa dan bergumul dengan para shadiq adalah dua jalinan utuh yang akan membantu manusia meraih sekaligus mengangkat  level istiqomahnya.  hati manusia akan mati jika empat puluh hari dilaluinya tanpa melihat dan bersilaturahmi dengan pancaran manusia shadiq.

menjalani kehidupan selaras bukanlah pengamalan  teori-teori ilmiah,  buku dan ucapan motivator dadakan apalagi hal yang bersifat otodidak.  semua akan sia-sia kecuali buah dari persahabatan dengan para shalih shadiq,  melihat dan mendengar langsung untaian-untian mutiara nabawi melalui  pemegang label shiddiq,  shadiqien sebaik baik sahabat pertemanan.

para sahabat Rasulullah seringkali merasa lemah ketika   jauh dari bimbingan langsungnya. sebaliknya,  wujud surga dan neraka seperti nyata dalam alam sadar saat mereka bersama melihat,  mendengar dan takdzim dihadapan Rasulullah.  adakah pertemanan yang lebih membekas dihati dari pertemanan selain dengan Rasulullah?  sebuah gambaran loyalitas  umat dan generasi terbaik dari Habibul A’dzam yang sempat dicemburui Musa ala Nabina Muhhammad wa alaihis sholatu was salam.

ruh manusia layaknya angin,  jika ia berhembus pada wewangian maka ruh akan ikut mewangi,  sebaliknya ia akan menjijikan saat terhembus melalui  bangaki.  persahabatan adalah penangkal mujarrob,  obat yang bermanfaat.  seseorang tergantung agama sahabatnya.  lihatlah dengan siapa ‘orang tersebut’  bersahabat.

Hasan Basri berkata : jika kalian mengharapkan kebersamaan dengan para shadiqien maka berzuhudlah dan jagalah dirimu dari ahli millah.  sudahi segala tentang perangai,  penilaian buruk terhadap sesama muslim dan merendahkan mereka – khususnya pada ahli maksiat,  lebih-lebih suudzhon dengan ahli taat-.  [baca coretan lama syyd perihal ketentuan melaknat sesama manusia dan perbedaan ulama tentang larangnnya pada  :  Belajar adab pada Iblis]

yang meghidupkan riuh, menunjukkan jalan alHaq,  menepiskan benci,  meraih rindu dan mahabbah,  salamku padamu wahai para Rijaalallah.

Wallahu A’lam
Wama Taufiqi illa Billah
Allahumma Solli ala Nabiyyi Tayyib.

teman atau sahabat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون