Menjadi Hamba Pengabdi atau Merdeka?


image

a truth Guide – everlasting

Ketika Rasulullah diberi pilihan oleh Allah Swt terkait   keinginan menjadi Nabi bersifat malaikat atau Nabi bersifat  Abid. Jibril memberi Isyarat kepada Rasulullah untuk bertawadlhu.  dan Rasul pun  memilih menjadi Nabi dan Abid. 

Panggilan ‘Abdun’ hamba kepada para utusan Allah di Alquran termaktub dibeberapa surat berbeda. pada kisah isra’ miraj, Rasulullah pun dipanggil dengan laqob – julukan- ini – Abdullah –   subhaanal ladzi asroo bi abdihii lailan minal Masjidil haroom. kekhusyusan ini menegaskan bahwa Abdullah adalah nama sepesial untuk orang-orang spesial.  Tak heran jika  banyak anjuran hadis mengenai Tafa’ulan memeinta keberkahan terkait  kekhusan ini dengan menamai seorang anak dengan nama Abdullah  maupun Abdurrahman. 


Bikailarobbi Sayyed EP Bikailarobbi.wordpress.com

guru-guru Sayyed pun kerap memberi nama ini kepada pelajar yang ingin mengganti nama Indonesianya,  seperti kisah karib dan senior sayyed yang namanya diganti oleh Habib Hasan Asyyatiri menjadi Abdullah . ada cerita unik perihal Kasyaf dari sang habib pada teman sayyed saat sowan ke beliau. (. next session)

Antara Ahror merdeka dan Abied sang Pengabdi?

Bulan agustus kemaren Sayyed telah sembrono dengan kesimpulan yang menyesatkan perihal masalah Kemerdekaan seorang hamba.  karena hanya menilai apa adanya tentang kebebasan ber syariah seorang abid!!.  apakah benar kedudukan Ahror lebih utama daripada Abied?  

sebuah argumen mengatakan : selama  antara seseorang dan Allah masih terikat dengan ibadah,  maka ia masih Dinamakan penghamba dengan ibadahnya. maka ketika sudah sampai kepada Allah ia akan disebut Ahroor – yang merdeka-.  ketika seseorang sudah menjadi Ahroor maka gugurlah atasnya kewajiban  penghambaaanya! inilah poin penting yang sering disalah kaprahi salafi muttatorrif – salafi senpalan- dan sufi sufian – palsu-. 

Hal samar yang disamarkan dua golongan diatas adalah :  esensi seorang hamba bagaimanapun ia akan tetap menjadi hamba abed.  sehingga hatinya lah yang akan menjadi ahroor – merdeka-  dari segala apapun selain Allah Rubbul izzah.  ketika abed telah menyelamu,  menghayati dan  mencapai makna ‘rasa’ merdeka dari selain Allah maka ketika itu pula sang Abid telah menjadi Abed secara hakiki.  – selaras dengan ayat : wa’bud Rabbaka hatta ya’tiyakal yaqieen – hijr 99. sembahlah ber ibadahlah hingga keyakinan (Kematian)  mendatangimu. 

Abid adalah label permanen yang dijiwai dan ragai para utusanNya. kisah Sayyidatina Aisyah yang mengkritik Rasulullah perihal kebiasaan dan totalitas ibadah beliau hingga menjadikan kaki mulianya bengkak.  Rasulullah menjawab : apakah – tidak boleh- saya menjadi Abid yang bersyukur. 

Apakah ada derajat lain yang melebihi penghambaan seperti Pengabdian Rasulullah?  jikalau ada niscaya Rasulullah tidak akan lepas Dari derajat derajst tersebut.  dan Allah pasti memberikannya. 

Wallahu A’lam
wama Taufiqi illa Billah
Solli ala HabibulQulub

coretan lama (Curhat Versi Tak Lazim):

Jambret Masjidil Harom
Sayyed Diusir Polisi Makkah

Lika Liku Jamaah Hajji Indonesia
Pengalaman Tidur Disamping Jasad Nabi
Curhat Para Pecandu xxtc :
Curhatku Kepada Rasulullah

Alquran Bukan Mainan

Cinta Tak Kunjung Padam

Imsak Bukan Batas Mulai Puasa?

Belenggu Hasrat Konta Kesabaan

Hatimu Jawaban

Inikah Nikmat Sejati?

CInta Buta?

Hukum Dry Cleaning Possible

Perempuan Mulia yang Terlupakan

98% Puasa Kita Batal!

Daftar Isi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون