Memahami Fikih Prespektif Mujtahid


image

Hukum yang berkaitan langsung dengan prilaku mukallaf aka Taklifi harus difahami dengan standard ketetapan hukum wadl’ie yang tidak langsung – questionable

Kajian dasar syariah Islam menentukan validitas ibadah dan muamalah seseorang.  jalan memahami syariah ini alih alih merujuk kepada pemahaman para mujtahid ahli dan kompeten dibidangnya,  kebanyakan masyarakat umum masih bersikeras mengklaim anti taklid selain kepada Alquran dan Sunnah. 

Bikailarobbi Sayyed EP
Standar hukum fikih yang diamalkan mayoritas muslim Indonesia adalah fikih syafii.  dan inilah kajian legal formal yang berlaku.  jika masih mengklaim pemahaman sepihak apakah kitab-kitab fikih yang beredar di masyatakat tidak layak lagi untuk diikuti?  bukankah istilah fikih dan segala macam diskursus ilmu syariah juga termasuk bid’ah!

Fikih Mentah dan Matang

Teks Quran dan sunnah yang menjadi – masdar syariah- rujukan suci adalah final.  keduanya merupakan fikih ‘mentah’ yang hanya difahami oleh pemilik otoritas dibidangnya.  penyimpulan satu masalah   dan menghukuminya adalah pemahaman tentang teks.  hal ini erat hubungannya dengan kajian Ushul fikih yang memang memiliki konsentrasi sebagai alat dan  proses untuk menyimpulkan satu produk hukum.  sementara ‘fikih matang’ adalah semua produk hukum yang sudah melalui uji dan verivikasi  ketat dan dijadikan standard teori madzhab-madzhab tertentu.  hingga semua masyarakat umum bisa langsung mengkonsumsinya tanpa harus sibuk  mencari bagaimana dan apa dalil-dalilnya. dengan  cara ini bermadzhab fikih mempermudah kita dalam mengamalkan syariah yang selaras dengan amalan para experts. 

Fikih yang diartikan dengan : ilmu yang membahas hukum-hukum syariah yang berhubungan -mengatur- segala amalan seorang mukallaf dan digali dari dalil-dalil terperinci dengan cara berijtihad.   definisi yang tidak mudah untuk dijalakan setiap orang agar menjadi Faqieh – ahli fikih-.   apakah semua muslim mukallaf layak untuk berijtihad?  sementara ijtihad adalah : mengerahkan segala kemampuan guna memperoleh satu hukum syariah dengan cara istimbath berlandaskan Quran atau Sunnah. 

Apakah sumber hukum yang mentah bisa langsung dikonsumsi semua golongan,  sementara dari miliaran muslim dunia,  umat yang memahami fikih mentah dengan  alur ‘yang benar’  sangatlah sedikit.  karenanya,  mustahil bagi seseorang beragama hanya melalui nalarnya sendiri tanpa landasan teori para pemilik madzhab.  hingga imam  Syafi’i pun menyatakan : semua kajian fikih menganut grand teori dari fikih Abu Hanifah ra. 

Hukum Taklifi dan Wadl’i 

Hukum yang diartikan dengan : aturan Allah swt yang berhubungan dengan prilaku amalan mukallaf memiliki dua bagian berbeda.  Taklifi dan Wadl’i,  Taklifi berhubungan secara langsung dengan perbuatan sementara Wadl’i adalah proses validitas atau invaliditas nya sebuah hukum taklifi.   Taklifi berkaitan dengan halal,  haram,  wajib,  sunnah,  mubah dan makruh.  sementara Wadl’i mengatur sabab, syarat dan manie’ – penghalang- (ketentuan yang berlaku), hingga amalan seseorang bisa dinilai sah maupun tidaknya. 

Adanya hukum potong tangan adalah ketika syarat ketentuannya sudah memenuhi standar.  adanya tidak mendapatkan warisannya orang yang beda agama adalah karena terhalang manie’  perbedaan agamanya.  sahnya shalat seseorang tentunya jika sudah menimbang syarat rukunnya secara detail.  Taklifi menghukumi pokok-pokok masalah  agama sedangkan Wadl’i menghukumi ketentuan cabang-cabang agama.  dua kajian inilah yang menentukan grand teori dari fikih mentah hingga nantinya disimpulkan  menjadi   ‘matang’ dan layak dikonsumsi masyarakat umum.  fikih matang seperti dalam kitab safinatun najah,  sulamun najah,  taqrib,  mabadiul fiqhiyyah dll adalah jalan panjang dari runtutan tartib hasil ijtihad dan  teori para ahli syariah yang memiliki keterkaitan langsung dari ahli ke guri-gurunya  sampai kepada para imam madzhab hingga Rasulullah,  Jibril dari  Allah swt. 

Sesederhana pandangan siapakah beragama tanpa itba’ dan taklid para salaf solih? 

wama Taufiqi illa Billah
Allahumma solli ala Jaddil Hasanain
26 oktbr 4 Muharram 2015,  menjelang ashar Gunit dorm

______________________________-

Baca serials Fakta mengejutkan😦

Curhat Para Pecandu lainnya :

Tidur disamping Jasad Rasulullah

Penikmat Dosa yang Samar

Hakikat Caci Maki Sahabatku

Sayyed Ep Sang Manusia Labil

Keindahan dibalik Wajahmu

Rahasia dibalik Kegelisahan Abid

Bahaya Narsis !

Omong Kosong (Corrupted X Files)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون