Dosa EsenSiaL, Bersamaku melihatku dan saksiku!?


image

Para filusuf merindukan inti dari hakikat. Para aktor dan aktres mendewakan paras kecantikan. Wahabi menuhankan  teks dohir apa adanya. Para sufi merindukan Allah Rabbul izzah.

Bika Muhammad ila Robbi
Bikailarobbi.wordpress.com

Bahwa albatin,  aljammaal,  ad-dohir adalah asma-dari asma asma Allah.  Poros semua eksistensi terangkum pada ” Dia adalah manifestasi tujuan dari segala tujuan”.  Ketika esensi dari yang diTuhankan berupa  apapun basic kebutuhan  adalah sifatNya. Maka syahwat melupakan kemaha-mahaanNya hanyalah penghalang yang menghalangi sampainya seseorang pada inti sebuah kemurnian diri seorang hamba dari sifat asli ke-budak-annya.

Sahl bin Abdullah Attasturi berkata: “tidak ada dosa yang lebih buruk dari berpaling  melupakan Allah”. 

Bagaimana mungkin seseorang yang telah dikenalkan pada Allah melalui para ahli hikmah   kemudian mengenalnYa tanpa melalui mereka.  Bukankah kesuksesan mustahil terealisasikan selain melalui jalanNya. dengan memberikan cinta kepadaNya melebihi cinta kepada semua yang terkasih. Menyebut dan mengingatnYa melebihi apapun yang diingat.  mengenalNya melebih apapun yang dikenal.  Perintahnya menjadi prioritas atas segala perintah. 

Apakah kamu mememukan seseorang yang berhak atas ini semua selain Allah Rabbul izzah. Dia yang menciptakanmu dengan sebaik-baiknya ciptaan.  memberimu nikmat dan menjagamu dari segala kesengsaraan.  hingga kalian berpura-pura menjadi bodoh dan melupakanNya. 

Apakah anda merasa sebuah maksiat yang lebih buruk dari melupakanNya.!?

KONGKRITE
usaha melepaskan maksiat

Sahl bin Abdullah (283h) seorang ulama besar pada zamannya memiliki kedekatan dengan paman dari ibunya, ia adalah guru futuh sang imam zahid : Muhammad ibn Siwar. 

Pada saat Sahl berumur tiga tahun,  ia terbangun dimalam hari dan melihat pamannya sedang sholat,  swlesai sholat Muhammad bertanya pada Sahl:” wahai sahl, kenapa kamu tidak berdzikir kepada Allah,  dzat yang telah menciptakanmu dengan sempurna?.” sahl menjawab,  Bagaimana cara aku berdzikir mengingatNya?

Muhammad menjawab: ucapkanlah dalam hatimu [ketika kamu  membolak balikkan bajumu] 3 kali dzikir : الله معي –  ألله ناظري-ألله شاهدي. 

kemudian aku,  mengamalkannya dan memberitahunya.  Lepas beberapa malam kemudian pamannku menyuruhku untuk menambah dzikir tersebut menjadi 7 kali, beberapa malam setelahnya beliau menyuruhku untuk berdzikir sampai 11 kali. 

Maka aku beri tahu pamanku bahwa ” hatiku telah merasakn ‘manisnya’ dzikir tersebut. setahun kemudian pamanku berwasiat :” wahai Suhail, jagalah apa yang telah kau ketahui – rasakan- dan istiqomahlah atas dzikirmu hingga kelak kau masuk ke dalam kuburan.  Sungguh – dzikir itu- akan memberimu manfaat didunia dan akhiratmu. 

Sahl melanjututkan dzikir tersebut sampai dua Tahun,  dan merasakan halawah – manisnya dzikir- dalam sirrnya. Kemudian  Pamannya kembali berwasiat : wahai sahl,  Barangssiapa yang [menyadari]  Allah selalu bersamanya,   melihatnya dan selalu menyaksikannya,  maka apakah ia [tega dan berani]  untuk maksiat padaNya.Jauhilah bermaksiat kepadaNya .

AL hubb Haalid – Imortal Beloved
BikailaRobbi :

Ya Rabb bijaahi sayyidina Muhammad – anugrahkan  taufiq-taufiqmu agar aku senantiasa memiliki kesadaran penuh dari makna esensi dzikir ini : ALLAH ma’i ALLAH nadziri ALLAH  syaahidie.

wa ma Taufiqi illa Billah

Sayyed sang Lalim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون