Belenggu Goda ibadah Prioritas


image

Ketika ada dua pilihan berbeda,  syahwat akan menuntun kita pada sebuah ibadah yang berkecenderungan hawa. Lawanlah sekuat tenaga!

Bika Muhammad ila Rabbi

Fikih prioritas atau fiqh aulawiyat dalam syariah Islam memiliki peran membimbing umat dalam menjawab pemilahan jutaan macam fardlu,  sunnah dan lainnya. 

Fleksibilitas  hukum kerap mengarah pada garis horizontal antar sesama.  Hablum minan nas dan segala maslahat yang dikembalikan pada manusia pula.  Maka tak heran jika Izz bin Abdussalam dalam qowaidul ahkam fi maslahatil annamnya memberi kongklus bahwa segala syariah yang digariskan agama bertumpu pada pemanjaan manusia melalui teori maslahatnya. 

Godaan umum dan   tak berkesudahan yang akan membuat seseorang ‘terlihat salih/salihah’  adalah wujud Belenggu ibadah  sunnah sementara kewajiban private  maupun kolektifnya terlupa atau  bahkan belum dipahami.  Begitu banyak fardlu berserakan terhijab indah gemerlap kilauan ibadah sunnah yang kerap lebih  memukau.

Menghiasi diri dengan pakaian mewah karena terlihat jelas oleh khalayak,  sanjung dan puji kerap  menjadi semangat untuk membangun reputasi.  Sementara Rabbil izzah terabaikan.  Apapun dilakukan demi  Meraih Kutukan malaikat,  para nabi dan rijal-rijalNya yang memang transcendent. 

Untuk mencapai pada pemahaman fikih prioritas seseorang tidak selayaknya mengandalkan kajian halal haram yang tersurat dalam diktat kitab-kitab fikih.  Kajian komprehensif dari para mujthid arief  dalam membumikan wahyu matlu –  yg terbaca- dan ghoiru matlu – yang tdk terbca- harus disandingkan beriringan  melalui  sosok-sosok maha guru. 

Fikih prioritas adalah implementasi ngaji rasa, sebuah upaya mengenal hak Khaliq dan mahluk secara proporsional.   Fikih ini adalah musuh egoisme dan hawa yang terpancar dari pemanjaan diri melalui jalan yang terlihat baik dari sisi eksternal,  sementara substansi syariahnya tak memberikan bekas kecuali – ghurur- kebahagiaan menipu. 

Karenanya Sayyedina Muhammad Solli alaihi bersabda:

Hikmah adalah seauatu yang hilang dari jiwa seorang mukmin.  Carilah dimanapun ia berada. 

Wallahu A’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون