Usaha menetralkan niat? (aurat lahir 2)


image

Ibadah yang diiringi dengan syahwat nafs lebih ringan untuk  dilaksanakan  daripada yang tak memiliki motif hawa -?

sayyed ep Bikailarobbi

masihhkah terbesit dalam ingatan,  kisah sayyidina Umar dan kehusyu’an seorang sahabat dalam sholatnya?  ya,  kisah tentang aurat batin yang sering membuyarkan kemurnian niat ibadah menjadi tidak lagi Lillahi ta’ala. sebuah jihad antara tidak harus ihlas beramal dan godaan makayid jiwa – nafs- berupa kepuasan atas sanjungan sesama.  

Seperti melakukan ibadah sunnah yang memang mudah dan menyenangkan dibanding ibadah fardlu.  Haji sunnah,  bagi yang telah menjalani haji wajib terasa sangat nikmat.  jika seseorang disuruh menggantinya dengan mendermakan uang (ongkos haji)  tersebut untuk shodaqoh maka jiwamu pasti akan merasa sangat berat,  karena urusan haji terlihat (oleh sesama /terbesit motif riya)  dan memiliki bagian dari hawa nafs.  sementara sedekah hanya sekilas dan dilupakan. 

pun mempelajari ilmu untuk selain Allah,  anda mempelajari semua ilmu dan jiwamu merasa senang.  berbeda jika diperintah untuk shalat malam dua rakaat yang terasa sangat memberatkan,  karena sholat malam tidak ada bagian dari motif syahwat antara anda dengan Allah. 

seseorang yang telah disiapkan untuknya rumah-rumah istana tidak akan ridha untuk tinggal di pojokan kumuh dan kotor (tempat sampah).  Beramal baiklah  antara anda dengan Allah secara rahasia.  jangan biarkan keluargamu mengetahuinya. jadikanlah amalmu sebagai simpanan yang kelak akan anda jumpai di hari akhir.  sungguh jiwamu akan merasa senang dan menikmati ketika amal ibadahmu disebut (hanya)  dihari akhir. 

jangan biarkan nafsmu bergerak diluar kendali ketaatan kepada Allah.  jangan melihat kecilnya nafs,  lihatlah derajatnya dan apa yang telah Allah berikan dalam jiwa seorang hamba.  jiwa adalah intan permata,  adakah anda melihat seseorang membuang intan permata kedalam tempat sampah!?.  apakah anda sibuk menghiasi sisi lahirmu sementara bathinmu dibiarkan rusak.

Layaknya seseorang yang tekena lepra – penyakit kulit yang melepuh-  berhiaskan dengan pakaian baru dan mentereng sementara kulit dan batinmu dipenuhi nanah dan ulat-ulat yang menjijikan.  anda hanya sibuk dengan mempoles apa yang dilihat manusia ketika bathinmu rusak, padahal Allah memandang (hati) bathinmu. 

Berapa kali jiwa anda mengajak kepada taat sementara ia – ketaatan- terus diam menunggu (ajakanmu). Sungguh yang anda butuhkan adalah menetralkan niat (-motif) jiwamu pada se-tiap permulaan – amal ibadahmu-.

Maka ketika anugrah pemberian – minnah- telah anda rasakan, niscaya ia – ketaatan- datang dengan sendirinya. darisinilah manisnya – halawah- yang biasa anda temukan saat maksiat akan kembali dirasakan dalam ketaatan. – halawatul iman-.

This is a sweetness of Faith

Ya Rabb ya Rabb
Bika Muhammad ila Robbi

wallahu A’lam

Terminal nafs
Assakandari Rule

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون