Masalah Qodho bayar Puasa dan Fidyah


image

Membatalkan puasa di bulan Ramadhan dengan sengaja tak kan bisa tergantikan walupun kamu – mebayarnya- puasa satu dahr – 1taun- diluar bulan Ramadhan –  aw kama qoool

bikailarobbi Sayyed ep
Seorang sahabat Nabi pernah bertanya perihal almarhum  ibunya yang masih memiliki hutang qodho puasa dan belum dibayar.  apakah saya harus – boleh- membayarnya ya Rasulullah?.  Rasulullah menjawab ” Bagaimana jioa ibumu memiliki hutang kepada orang lain,  dan ia belum membayar haknya”.  sahabat menjawab : wajib dibayar ya Rasulullah. kemudian Rasulullah menjelaskan “jika hak antar sesama mahluk saja harus dilunasi maka kewajiban bayar qodho kepada Khaliq – Allah swt –  lebih urgen untuk dibayar. 

perihal Qodho puasa dan membayar Fidyah kepada fukoro dan masaaakin adalah kajian  hukum yang harus difahami semua Muslim mukallaf,  karena hal ini erat kaitannya dengan kewajiban mendasar yang akan dipertanggung jawabkan kelak  di hari akhir.

Ulama Syafiiyyah merangkum masalah kewajiban fidyah maupun qodho puasa sebagai berikut :

1. Mereka yang wajib membayar fidyah serta qodho pauasa.

a.  Ibu Hamil yang membatalkan puasanya karena takut terhadap kondisi janin diperutnya. 
b. Ibu yang sedang menyusui dan berbuka puasa karena  takut terhadap kesehatan anaknya.

jika ibu tersebut berbuka karena  takut pada kondisi dirinya dan bayinya secara bersamaan, maka tidak diwajibkan fidyah,  dan hanya membayar qodho puasa saja. 

c.  orang yang membatalkan puasanya  dan tidak langsung mengqodo  sampai datang bulan Ramadhan berikut nya.

2.  Mereka yang wajib membayar qodho puasa dan tidak harus bayar fidyah.
a.  orang yang terkena ayan epilepsi disiang Ramadhan.
b.  orang yang lupa niat puasa, 
c.  yang sengaja membatalkan puasanya dengan selain jima – berkumpul dg istri-

3.Mereka yang way b membayar fidyah dan tidak harus mengqodho puasanya.
a.  Orang tua yang sudah tidak mampu untuk berpuasa.
b.  orang yang sakit dan tidak dimungkinkan untuk bisa sembuh.   

jika sembuh maka hukumnya seperti orang sakit biasa dan harus membayar qodho saja. 

4. Mereka yang tidak wajib keduanya,  baik qodho maupun fidyah. 
a.  Batalnya  orang gila disiang Ramadhan,  tapi bukan gila karena disngaja. 

Masalah cara qodho sudah sangat maklum,  karena seseorang hanya puasa seperti biasa diluar bulan Ramadhan dengan niat qodho fardhu ramadhan. 

adapun besaran kewajiban bayar fidyah adalah ukuran  satu mud denga mud nabawi – genggaman orang arab dewasa-. setiap sehari dengan membayar satu mud kepada fakir atau miskin. perhari.

Dari berbagi keterangan yang syyd dapat. ukuran satu mud sangat beragam. dari 600  gram,  1.5kg,  1.8kg. 
jika dianalogikan dengan kewajiban zakat fitrah yang ukurannya satu so’ atau sama dengan empat  mud,  maka pendapat 600gram adalah yang paling logis.  tapi demi berhati- hati dalam masalah ibadah maka lebih baik dilebihkan agar tidak terjadi keraguan dalam sah maupun tidaknya fidyah yang dibayarkan . 

Wallahu a’lam

-Al ahamm
Hasan Ahmad Muhammad alkaff
www, nu online,  dan berbagai sumber fikh Syafiiyyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون