Urgensi Nyepi dalam Islam


image

Batasan maksimal dalam menjalankan syariah agama adalah dengan mengosongkan segala sesuatu kecuali dari Allah. – Ghzali

Bikailarobbi.wordpress.com
sayyed ep – Nyepi = Khalwat =Tajarrud

Klaim golongan muslim mithatorrif – terpojokkan-atas sebuah ritual  tertentu sebab anti terhadap pemahaman kontekstual yang sebenarnya tekstual pada  sebuah ibadah bid’ah hasanah adalah wajar.

mengejek meributkan dan menganggap pelaksanaan dzikir jamaah dan sedekah pada hari dan waktu tertentu sebagai adopsi total ajaran Hindu juga sangat wajar.

karena sudah kodratnya bahwa mereka yang tidak mengenal maka ia akan menjadi LIAR dan ‘angas’. yang tidak merasa akan terus terpenjara dengan fantasi keraguan hayalnya. wajarlah jika kekafiran adalah tertutupnya anugrah agung sebuah puncak mata batin atas nur ilahi. 

NYEPI

semua agama pasti menyarankan ritual antisosial ini.  kebersamaan dengan sang khaliq dalam Islam sangat disarankan bukan sekedar menjauhi kesibukan  hiruk pikuk keramaian dunia dan manusianya.  karenanya dalam kegaduhanpun Nyepi – tajarrud- dari segala hal apapun selain Allah Swt adalah sebuah ibadah yang harus terpatri dalam jiwa seorang mu’min. 

kenikmatan dari talbis – fatamorgana- dunia atas sebuah jah – level seseorang dimata awam- menjadikan manusia beramai-ramai ingin menjadi yang tersohor dalam kenisbiannya.  sebaliknya para peNyepi kerap membumikan dirinya atas jah dari manusia sekitar.  bagi mereka jah hanyalah sebuah akibat sifat dzilllah – merasa hina diantara mahluknya, –  dimata Tuhannya. Jah yang kerap menipu menjadikan para sahbat dan tabiien enggan untuk berlama-lama bercengkerama bersama manusia lainnya.

“Uwais alqorni adalah contoh kongkrit pemuda penyepi – mujarrid- yang anti Jan. walaupun sebenarnya ia adalah satu dari segelintir manusia pilihan di bumi yang sangat terkenal dikalangan penghuni langit” – alhadis-.

Mengosongkan jiwa dari segala hal nisbi telah menjadi kebiasaan mulia Rasululah jauh sebelum amanat risalah diturunkan kepadanya di gua hiro. Khadijah,  Aisyah dan semua istri-istri nabi kerap merasa haru dan kasihan dengan totalitas yang Rasulullah nikmati dalam pekat dingin malam yang membuat beliau menggigil dengan derai air mata bercucuran. 

ada tiga derajat Nyepi bagi manusia yang harus ditekankan sebelum akhirnya dapat meraih puncak Nyepi yang sesungguhnya – (will b published i. Allah). memamg terasa sungguh berat estafet menuju level-level tersebut,  karena mayoritas manusia hanya  memiliki kepribadiaan dua diantara tiga kecenderungan yang telah disinggung  dijelaskan Ibnu Jauzi dalam perenungannya :

Barangsiapa merasa kehilangan ketenangan dirinya saat bermunajat kepada Allah dalam keramaian manusia dan menemukannya dalam kesendiriannya maka ia adalah pecinta yang lemah.

barangsiapa menemukan ketenangan dirinya hanya ketika bersama manusia lainnya dan tidak menemukan dalam kesendiriannya maka ia adalah ‘orang sakit’. 

Barang siapa tidak menemukan ketenangan dalam keduanya maka ia telah mati dan tertolak. 

dan Barangsiapa menemukan ketenangan bersama Allah dalm keduanya maka ia lah seorang pecinta yang sebenarnya yang tahan terhadap keadaan sekitarnya.  – Ibn Jauzi

salam nYepi – Salam sayyed.  Barkah Jah al mustafa Muhammad Solli alaih. 

210320015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون