Zakat Kekikiran dan Penakluk Malaikat


image

Qod aflaha man Tazakka

Terhanyut dalam hingar –   Terkurung dalam carut
Terlepas dari fitrah           –    Terhindar dari Berkah
Terancam dalam hati       –   Terlena dalam kebodohan..

Sayyed BikailaRabb

Zakat, zakat pensucian,  secara bahasa juga dimaknakan  annama  yang memiliki  arti  lonjakan. Semakin maksimal seseorang mendermakan hak nya maka semakin melonjak pula level kesucian jiwa mereka.  Sebuah efek dari berkah berbagi. 

Batasan zakat wajib atau nishob adalah wujud sifat bawaan asli manusia pemilik Tabiat anfusus-sukh –  pelaku pelit sampai orang lainnpun disurhnya  untuk berbuat pelit.  Para pelaku usaha makro dunia mahabbah niscaya akan tersenyum kaku melihat pola hidup mayoritas manusia yang terbiasa dengan kebiasaan semu lari dari tanggung jawab –  melalui khilah – menghindar dari tuntutan tanggung jawab syariah suci-  terhadap kewajiban ini. 

Zakat Terpaksa

Apa yang melatarbelakangi Kanjeng Sunan kalijaga yang   kerap ‘mencuri’  harta orang kaya untuk dibagikan kepada para mustahiq  – delapan golongan para penerima zakat-. Dalam kajian fikih zakat,  seorang Wali yul amri maupun wakilnya memiliki otoritas “dibolehkan  merampas sebagian  harta benda si kaya dengan paksa sebagai zakat” dari pecandu  jiwa anfusus-sukh  untuk digunakan sebagaimana mestinya demi meminimalisir tabir gelap sebuah ironi kesenjangan. ‘kai laa takuna dulatan baina  aghniyaihim. 

Fitrah

Fitrah recovers.  semua gerak langkah Rasulullah adalah peta manusia untuk kembali ke esensi  makna  fitrah.  Amalan ibadah apapun seharusnya membuat manusia terbangun dari crowded hiruk pikuk   antara alur  perjalanan dunia majazi dan   kekhusyuan  menuju sang  pemilik kehidupan. Kemuliaan seseorang adalah ketika ia telah  diakui menjadi pengabdi sejatiNya.  Zakat fitrah memanusiakan manusia,  memuliakan sang pemilik jagat raya.  Meneladani uswah an biya dan menekan kealpaan  nyata tiada henti, imbas dari matinya kesadaran sebuah trend pertemanan gengsi  anak zaman.  menafikan estafet berkah dari tetua yang sudah ditinggalkan oleh kami para murid dan umat  durhaka. 

“Wahai Rasulullah,
kenapa kami ini… Bila kami sedang berada di
sisimu, hati kami menjadi lunak hingga tidak
menginginkan dunia lagi dan seolah-olah akhirat
itu kami lihat dengan mata kepala telanjang.
Tetapi bila kami meninggalkanmu dan berada di lingkungan keluarga, anak-anak dan dunia kami, maka kami
pun telah lupa diri?”

Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Allah, yang nyawaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kalian selalu berada dalam suasana seperti di sisiku, tentulah para malaikat akan menampakkan dirinya ( menghendaki berkah) dg menjabat  tangan-tanganmu. Tetapi, yang demikian itu hanya sewaktu-waktu.”

Wallahu A’lam

Wama taufiqi Illa biLLah.. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون