Menilai Cinta dari Sebuah Dosa


image

Sayyedep BikailaRobbi

Minggu-minggu ini pembahasan yang sedang ditekankan dalam halaqoh adalah proses identifikasi makna istidraj terkait pembusukan diri yang bias dan anugrah fadhl maunah maupun karomah buah dari ketatnya mencintai hingga terluka. 

seorang karib yang pernah sayyed singgung kisah hidupnya dalam beberapa tulisan  episode lama kini terseret kasus baru hingga memaksanya mendekam  didalam jeruji besi dibawah tekanan polisi.  aku masih meyakini akan hikmah sebuah pensucian dari balik dosa yang membelenggu dan bias pembusukan nyata yang berwajah martabat, kesombongan, ketenaran dan ilmu. 

Mencintai hingga terluka adalah bukti nyata seseorang dari wujud adanya  puncak anak tangga  ketulusan pelaku  martir yang kerap dianggap remeh dan disalahfahami penikmat kehidupan manusia normal pada umumnya. 

Menganggap para pendosa pantas  mendapatkan laknat  peraih akibat sebuah tindakan dungu membuat awam semakin congkak,  acuh hingga merayakan kegembiraan belum waktunya.  ada sir – rahasia- pengangkatan derajat dari sebuah jurang  keterpurukan.  caci maki dan klaim kotor yang terlontar akan menjadi jalan meninggikan derajat dari pensucian diri seiring penyesalan yang muncul dari taubat nasuhanya jiwa  pendosa. 

Kebodohan sebenarnya terjadi ketika seorang manusia sering merasa menjadi pahlawan sebuah wasilah atau perantara hidayahNya.  melupakan makna terbesit dari pintu segala hidayah langsung kepada siapapun hamba yang IA inginkan. 

Berapapun dosa-dosa manusia lalim yang sangat layak mendapatkan apapun kutukan terkeji,  tak kan sepadan dengan makna cinta arRahman, arRahim, Jawwad, Ghofur, Kariem dan segala  kasih yang IA pancarkan dalam laku hidup Muhammad. 

Bersifat keras kepada diri dan berbelas kasihan kepada siapapun adalah sunnah Rasulullah yang paling terbengkalai hingga dilupakan mayoritas manusia.

pandangan sinis menyemat yang  melahirkan  klaim kepantasan dan kepastian atas dosa dab  keterpurukan  yang menimpa saudara semuslim  berimbas pada boomerang yang siap menghempaskan kita pada keterpurukan yang sama. 

pun jika ketakutan itu tidak secara khusus dan langsung menimpa kita para pencaci,  maka orang-orang dekat dan kita cintailah yang akan merasakan balas dari sebuah kealpaan diri atas klaim apa adanya itu.  NaudUbillah tsumma NaudUbillah. 

Hidup adalah soal menjaga keseimbangan dua arah manusia dan Tuhan.  menjaga keselerasan hidup adalah meningkatkan level Muhammad didalam hati dan badan kita.  ketika ilmu telah memuncak pada level dzouq – perasaan merasakan sepenuhnya-  maka sifat Muhammad dengan sendirinya akan memberikan jalan kepada jalanYa.  wa innaka la ala khuluqin adziem (kamu – Muhammad- sungguh telah mencapai level budi pekerti tertinggi). 

Batasan banyaknya pengetahuan dan teori ilmuan lahir akan tertunduk kebingungan  dengan para sufi agung yang mencapai dzauq kelezatan irfani. kebodohan ilmuan begitu nyata terbaca dihadapan praktisi ekspert. 

Mereka adalah pemilik jiwa yang tenang.  apapun yang terjadi ia tidak mudah begitu saja  tertipu oleh dosa dan ketaatan para awam yang memang termaktub dalam garis langitNya.  kegetiran istidraj dan kemurnian anugrah  karomah menjadi sebuah batas penilaian atas hasil akhir dari sebuah ujian bertubi-tubi. 

wa ma taufiqi illa Billah
Bika ila Robbi .. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون