Sekularisme Akhirat


image

Bikailarobbi text
Muhammad is a bridge between u and Everything*

Memandang sekilas masalah duniawi dan ukhrowi hanya dari penglihatan mata telanjang akan menafikan segudang rahasia maksud dan tujuan penciptaan manusia sebagai pemilik predikat sebaik-baiknya makhluk. 

Sayyed Bikailarobbi

Wala tansa nasibaka minaddunia – jangan kalian lupa bagian dari duniamu. ayath

Banyak yang menutup mata bahwasanya segala hal yang bersafat sekuler tidak harus anti-akhirat. Setiap kebutuhan duniawi yang menjembatani dhoruriat – kebutuhan primer- maupun tahsiniat – sekunder- adalah sesuatu yang tidak sepenuhnya dilarang dalam agama. 

Bekerja untuk memenuhi dua kebutuhan tersebut adalah hal yang harus dilakukan semua manusia sebagai  benteng maisyah – penopang hidup –  agar setiap orang mampu mandiri demi terhindar dari ahli agama dan ibadah yang hidup dalam cengkraman  ketergantungan orang lain. 

Hadis-hadis yang berkaitan dengan anjuran berniaga sangat banyak.  bahkan Rasulullah sendiri adalah kiblat bagi para  pedagang  jujur dan cinta akan keberkahan. 

Jelas sudah makna tersirat dari Kisah dua saudara dari sahabat nabi yang memiliki kesibukan berbeda. “ya Rasululah saya hanya memiliki sedikit waktu untuk fokus dalam ibadah-ibadah sunnah karena kesibukanku mengais rizki demi keluarga dan saudara, sementara saudaraku sangat senang  beribadah – ahli ibadah-,  ia enggan sibuk dalam masalah duniawi, saya yang menanggung kehidupannya.  Rasulullah menjawab :”kamu lebih mulia dari saudaramu”.

kisah tersebut adalah bukti nyata bahwa kesibukan mencari rizki halal termasuk bagian wasilah ibadah demi meraih ketentraman dalam ibadah mahdoh – murni-.  Lil wasail hukmul maqossid – setiap wasilah – jalan- penghubung memiliki hukum tujuan akhir atau puncak.  ketika pencarian rizki diniati dengan berbagai niat mulia,  entah ukhrowi maupun duniawi, maka wasilah mencari rizki termasuk ibadah yang darinya terkumpul segudang pahala rahasia ibadah yang berlipat ganda.

Sangat wajar manusia kerap lalai dalam mengais rizki sampai pada level kamaliat – demi kesempurnaan-.  jati diri,  prestise untuk menaikkan posisi level sosial dalam pandangan masyarakat. hingga ia terbelenggu dalam niat-niat buruk, bangga diri dan takabbur tanpa menyadari bahaya dan  manfaat jangka panjangnya.

kisah Tsa’labah dan qorun menjadi cerminan tentang pentingnya keseimbangan ukhrowi bagi pengais rezeki kamaliat. 

Satu hal yang harus dilakukan oleh orang yang sibuk dengan bisnis dan pekerjaan penopang hidup adalah menyempatkan WAKTU SIBUKNYA agar  tidak lupa mengikuti mingguan atau harian  halaqoh ilmu dan dzikir dari para guru tulus untuk mendapatkan arahan  nasihat-nasihatnya.  agar kesibukan bisnisnya  tetap selaras,  syar’i  hinngga apapun kesibukan kita, dapat dipertanggungjawabkan. demi meraih keberkahan bagi agama,  keluarga, diri dan masyarakat sekitarnya. 

Semoga Keberkahan cinta Muhammad berpihak kepada semua.  (:

G unit..  menjelang subuh

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون