Menunda Amarah menepis Kebencian


image

Menunda amarah adalah puncak dari segala perangai baik – alhadis

BikailaRobbi sayyed bikailarobbi

Aqidah Asy’ariah memiliki keyakinan bahwa perbedaan antara amarah dan bencinya Allah Swt dan manusia adalah dari sisi qodim azali dan haadits a’ridi.  telah ada sebelum semua makhluk ada sedangkan semua sifat manusia melalui proses sebab akibat dari hal-hal baru yang dirasakannya. 

Tak ayal sifat bawaan manusia awam  selalu berubah-rubah dalam menjalani dan  menghadapi mellow drama kehidupan dunianya karena proses iman  kepercayaan mereka terbelenggu kelabilan hatinya.  iman mayoritas  manusia kerap bertambah dan berkurang, tergantung  sisi mana yang sedang mereka tekan keberadaannya.  Berbeda dengan Malaikat yang statis dalam keimanannya, atau para syaitan kafir yang terus dibelenggu kekufuran.

Amarah,  ghodob dan maqt.  sebuah gambaran derajat anak tangga kebencian yang muncul disebabkan kenyataan yang berbeda dari harapan keinginan jiwa seseorang.  menyalahi ketentuan serta penolakkan radikal atas sifat yang berlawanan. 

Lupakan sejenak segala kisah  amarah yang diRidlhoi sang Khaliq pada kisah  Muhammad manusia suci dan para siddiqien dari kekasihnya.  Amarah yang dimaksud disini adalah segala perlawan manusia dalam memanjakan nafsunya,  kecemburuan sosial maupun ego diri dari para pemimpin atas bawahannya. 
Meredam amarah memendamnya dihati dan tidak segera melepaskannya secara langsung memiliki akibat buruk bagi sebagian teori pakar psychology.  sebaliknya,  ada perasaan puas,  menyenangkan dan kelegaan hati kala ia mampu melampiaskan amarah.

Alhilmu,  menunda amarah dikaitkan dengan puncak dari perangai paling terpuji  bukan hanya karena faidah besar dari pengorbanan  jihad akbar terkait sulitnya  menepiskan ego diri.  amarah manusia awam otomatis menghalangi kecenderungan baiknya menjadi sebuah bumerang yang darinya menjalar kecenderungan embiro kebencian dan kerusakan berikutnya.  hal ini dapat mengakibatkan kebutaan permanen hilangnya sifat kasih dari  kejernihan  akal sehat dan  jiwa yang sesungguhnya  kritis. 

Memaafkan,  merelakan dan memberikan kesempatan pada siapapun untuk introspeksi bukanlah perkara mudah. ada sifat hiqd – dengki- dan hasud – iri- yang akan terus menghujam dari segala arah,  orang-orang dekat dan para kekasih yang kerap menjadi provokator atas sikap dungu manusia  dengan sinis dan bangga menebar percikan api takabbur  amarah kebencian.

sifat Alhilm dari guru Sayyed:

Guru muliaku, al Habib Hasan as syatiri suatu ketika beliau berkunjung ke Singapura bersama para muridnya. saat menunggu  di sebuah gedung. ia melihat pasangan muda mudi asik masyuk mengumbar kemesraan didepannya. ketika beliau masuk naik lift kedua pemuda tersebut pun ikut masuk dan masih terus mengumbar kemesraannya.  para murid menghardik mereka. tapi Habib Hasan malah menyuruh muridnya untuk bersikap sopan seraya mendoakan pasangan non muslim tersebut “ya Allah seperti aku lihat kebahagiaan dan kemesraan mereka berdua didunia,  smoga mereka juga diberi kebahgian dan kemesraan olehMu kelak diakhirat. 

The end… 
Ma sya Allah.  Tabaa rakallah. 
sayyed  G ntd.  terkasih

ketika kebencian punah.  dan cinta memenuhi jiwa manusia maka segala yang ia lihat,  rasa dan dengar adalah bentuk rahmat – kasih sayang- Allah yang senantiasa hadir dalam hati dan fikiran  para wali – kekasihNya-. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون