Ulama Syariah versus pengkhianat Agama


image

sayyed ep bikailarobbi

Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan syariah suci sebagai teluk dan lautan yang darinya terlahir  dahan dan dari segala ilmu yang bermanfaat.  Dzat yang mengalirkan sungai-sungainya  pada setiap palung hati,  hingga hati yang keras menjadi lentur dan dekat kepada syariah, berkah keterkaitan ‘taklid’ mengikuti teladan ulama –  ulamaNya. 

Dzat yang telah memberikan anugerah kepada siapapun yang ia mau dari para hamba-hamba sepesialNya dengan bimbingan pengawasan ketat atas pemahaman sumber-sumber syariah suci.  pada setiap  hadis dan atsar yang menyebar di pelbagai daerah.  Allah Swt telah memperlihatkan mereks melalui wasilah ‘kasyaf’ pada wujud syariah pertama yang darinya bermunculan semua perspektif di setiap ruang dan waktu. 

ia (yang diberi anugrah) akan mengakui bahwa  semua perspektif ulama mujtahid dan pengikutnya adalah sebuah kesimpulan yang ‘haq’  selaras.  saat ia melihat langsung tentang keterkaitan mereka dengan ‘ain syariah’  melalui jalan ‘kasf’  maupun pandangan lahir.  

Setiap mujtahid sama-sama memiliki otoritas mendapatkan kesempatan menimba tetesan ain  syariah yang agung. walapun   perspektifnya kadang terlihat dangkal dan akan muncul belakangan.

Syariah  digambarkan sebagai pohon rindang sementara perspektif –  perspektif  para ulamanya adalah dahan dan rantingnya.  sungguh tidak ada ranting yang kokoh tanpa pohon.  begitupun buah tanpa ranting.  seperti bangunan tanpa sanggahan tembok pondasi.  

melalui pemahaman teori seperti yang telah teruji diatas,  maka para ulama  ahli ‘kasyaf’   ‘ijma’  sepakat bahwa :”jika ada seseorang  yang berargumen dan argumentasinya menyalahi ulama syariah yang kompeten   maka penalaran tersebut sebenarnya lahir sebab kecerobohan akalnya yang masih      jauh dari  standar para  irfaan orang-orang  arief (ahli makrifat) “. 

Sesungguhnya Rasulullah telah memberikan mandat kepercayaan pada para ulama dari umatnya atas syariah sucinya. 

:” al ulama umanaa ur rasul maa lam yukhalituu as sulthaan.”. 

Melihat kenyataan tentang kehati-hatian sang Rasul,  maka mustahil bagi seorang  Rasululah  memberikan mandat pada pengkhianat syariahNya. 

Wallahu a’lam

literally textual for understanding an art of difference among every mujtahid perspectives

Sya’roni.  prolog Mizaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون