Permainan Agama: Sholat, Puasa dan Haji ?


SAYYEDDEP

SAYYEDEP

SHOLAT PUASA ZAKAT dan HAJI
sAYYED eP bIKAILArOBBI.wORDPRESS.COM

Syahadat sebagai puncak ketertundukan atas setatus kehambaan manusia tidak akan terealisasikan makna dann hakikatnya tanpa melalui dukungan ritual ibadah syariat yang telah digariskan Rasulullah dalam setiap bimbingannya kepada para sahabat.
Setiap kewajiban yang dibebankan kepada mukallaf baik bersifat horizontal maupun vertikal – hablun minallah dan minannas adalah satu upaya agar manusia tidak terlalu egois dalam menjalani kehidupan fana ini hingga mereka tidak serta merta menuhankan teory, akal maupun kenyataan semu yang kerap berbeda dengan fakta.

Ibadah adalah washilah yang mengantarkan manusia untuk mi’raj menuju sang maha hakiki. Pun begitu tidak ada satupun ibadah dan maksiat yang sanggup membebani sang khaliq. Setiap maslahat dan madhorot adalah murni dari dan untuk para hamba-hambanya.
Kerancuan dalam gaya hidup seseorang tergantung pada keyakinan dan seni merayakan setiap anugrah yang sering dianggap anugrah sebenarnya tanpa memilah antara tipu daya setan dan kenyataan sebenarnya.

Gambaran sholat dari jasad para manusia pelupa dan anti kehusyu’an adalah warning bahwa gerakan yang dimulai dari Takbirotiul ihrom ( takbir atas larangan terhadap segala sesuatu yang dapat membatalkan ritual shalat) sampai salam (pamit dari Kehadiran jasad kotor manusia) bukanlah sekedar ibadah biasa tanpa maksud mulia. Sholat yang berisikan segala doa kebaikan adalah pembelajaran sejati bahwa umat Muhammad pun harus total dalam memahami mi’raj menuju KehadiranNYA. Segala syarat rukun dalam Ibadah sholat adalah buroq yang mengantarkan manusia pada Dzat yang maha suci. Semakin ketat memahami syariah dan adabnya maka mi’raj sejati bukanlah sekedar mimpi. Karena inilah cucu mulia Rasulullah Ali Zainal Abidin bin Husainn selalu merasa gundah dan wajahnya berubah menjadi merah merasakan haibah karishma ketuhanan kala ia memulai shalatnya.

Zakat menuju level pensucian selanjutnya. Disadari atau tidak, apapun harta benda yang dimiliki manusia tidak akan lepas dari bercak noda-noda muamalah. Keharusan Mendermakan 2.5% hak fakir miskin dan segala nisob (batasan kekikiran manusia) yang diwajibkan kepada manusia awam adalah estapet pemula agar manusia selalu tersadarkan akan  wujud nyata sifat kekiikiran hakikat imbas dari minimnya empati terhadap dunia sosialnya.

Qarun, Tsa’labah dan para pembangkang zakat telah nyata menikmati kebangkrutan bertubi-tubi. Karenanya tanpa batasan nisob orang awam, Abu Bakkar Assidiq mendermakan semua hartanya untuk Jihad dan pasrah pada Rasulullah.
Puasa menahan syahwat perut? Bagi sayyed puasa hanyalah diet terselubung atas nama agama! Puasa adalah meminimalisir pembangkangan fisik dan jiwa. Sementara para wali-wali Allah Puasa dari segala hal yang dapat menafikan kehadiran sang maha wujud. Puasa adalah pensucian diri dari setiap ketergantungan atas segala hal yang melalaikan hati.
Haji… to b continue … n keep followin tha GAME

tulisan lama koleks:

Menjilati Cinta

Menemukan Rasa

Membingungkan Hati

merasakan Pedih

Belajar Sabar

Caci Maki Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون

%d bloggers like this: