Maksiat Lahir Taat Batin ?


image

Sayyed ep BikailaRobbi.wordpress.com.

jika aku di tempat Nabi Adam maka aku akan makan buah itu dengan sempurna karena ada dalam memakannya itu kebaikan yg banyak, dan jika tak ada satu kebaikan pun selain wujudnya Sayyidina Muhammad SAW niscaya cukup”.

– Tafsir Sowi

Catatan terkait hal lahir dari pembankangan dan keslahan para Nabi sudah sering dibahas dalam coretan lama sayyed. Memang masih ada yang menilai dengan apa adanya hingga menganggap sebagai hal yang impolite dan kurang layak bahkan mencemooh.

Syariat lahir dan batin adalah hal yang kerap bertentangan bagi khalayak umum, bagaimanapun hal yang bersifat batin atau hakiki itu nyata adanya dan harus diimani.

Menilai bahwa kisah buah khuldi dan nabi adam sebagai maksiat secara lahir adalah wajar karena telah termaktub dalam Alquran. tapi menganggap itu sengaja dan dengan sadar adalah hal yang sangat fatal. Ayat terkait khalifah dibumi jelas menunjukkan Adam sebagai objeknya, dan ketetapan ini muncul sebelum sekenario pohon terlarang yang menjadi sebab Adam terusir dari SorgaNya.

Perspektif lahir apa yang dilakukan Adam dengan menuruti Hawa adalah sebuah kesalahan dan maksiat. sebaliknya secara batin atau hakikat itu adalah wasilah agar ia menjadi Khalifah di bumi.  karenanya Ibnu Arobi berkata, seperti yang dinukil oleh Assowi dalam tafsirnya:

jika aku di tempat Nabi Adam maka aku akan makan buah itu dgn sempurna krn ada dlm memakannya itu kebaikan yg banyak, n jika tak ada satu kebaikan pun selain wujudnya Sayyidina Muhammad SAW niscaya cukup”.

Begitu juga dengan apa yang dilakukan Raulullah ketika mensholati, mendoakan  raja munafiq Abdullah bin Ubai bin salul karena permintaan anaknya yang muslim dan dekat ngan Rasul. Allah menegur kesalahannya dan menurunkan penjelasan melalui wahyu suci.

Apakah kesalahan dan lupanya seorang Nabi dan Rasul membuat mereka tidak lagi amanah atau mencederai sifat maksumnya?

Perspektif syariat lahir pasti akan menganggap ini sebagai hal yang mengada-ada. Bagaimanapun hikmah dan rahasia hakikat tersirat dalam semua yang berkaitan dengan kesalahan dan lupanya para Nabi. Sekenario pembelajaran, cara bertobat dan menjalani qhodo mubrom adalah sebuah keniscayaan.

Maka dari itu, ketika manusia tidak menjangkau apa yang terlihat secara lahir bertanyalah pada orang-orang yang memiliki basyiroh dan pandangan luas dalam syariah. tunda penilaian apapun sampai rahasia-rahasia itu sedikit difahami.

Kisah Khidir dan Musa adalah contoh kongkrit bagi manusia yang membutuhkan pemahaman dengan sabar dan hati-hati. seandainya Musa sabar maka bukan tidak mungkin ia akan diberi  keilmuan yang sama dengan Khidir.

Wallahu A’lam

Gunit 18 04.  14

labjutan tulisan lama dan misteri dosa para pemabuk :

Dunia salafi versus Ilmu Laduni

Islam iRasional dan klaim  Metodologi Barat

Rahasia agung Maulid Rasulullah 

Syiah dan kutukan wahabi

Dunia sufi dunia gila (majdub) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون