Hubungan Fiqih dengan Tauhid


 

Sayyed

E

Sayyed ep Bikailarobbi.wordpress.com

Awwalu wajibin alal insaani ma’rifatullahi bistiqooni.

Prioritas pertama bagi setiap insan adalah memahami wujud  Allah dengan yaqin.

Tidaklah saya ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah -al ayat.
penggalan ayat Alquran ini jika difahami selintas akan memberikan pengertian tentang rahasia  dibalik penciptaan manusia dan jin. lalu apa hubungannya dengan fiqih dan Tauhid.

Fiqih menurut  ulama  digambarkan dengan ilmu yang menjelaskan  hukum-hukum syariah yang betkaitan dengan semua perbuatan manusia mukallaf yang diambil dari dalil-dalil secara terperinci. bersumber dari alquran, hadis, qiyas ijma.  Tauhid adalah ilmu yang menjelaskan tentang keesaan Allah swt dan semua yang berkaitan dengan iman.

Secara garis besar fiqih berkaitan dengan aturan syariah berupa ibadah dan muamalah lahir. sebaliknya  Tauhid adalah ibadah yang dijalankan secara batin dan samar karena berkaitan dengan iman, keyakinan hati.

Pengetahuan atas asar-dasar ilmu fiqih sangat mempengaruhi nilai ibadah setiap manusia. Begitu juga dasar tauhid yang erat dikaitkan dengan adab seseorang kepada Allah dan mahluknya.

Tanpa pemahaman fiqih semua ibadah perhambaan manusia tidak akan sampai kepadaNya. fiqih adalah jalan menuju ma’rifatullah sesungguhnya. karenanya semakin tinggi pemahaman seseorang terhadap fiqih maka semakin mudah baginya untuk mencapai nikmat dan lezatnya keimanaan  yang hanya dianugrahkan pada manusia-manusia pilihanNya.

Ketika seseorang sudah mencapai tingkatan tertinggi dalam implementasi fiqih maka otomatis ia akan tersadarkan bahwa  apapun yang ia lakukan adalah wujud pengabdian, mengesakan dan pasrah tunduk kepadaNya.

Pondasi lahir dan batin tidak mungkin dipisahkan kapanpun dimanapun. jika salah satunya terlepas maka lepas pula sisi perhambaan manusia  dari jalan lurus para (manusia yang telah IA beri hakikat nikmat sejati dari) Nabi, siddiqin, syuhada dan solihin.

Islam  dengan segala syariatnya dan iman dengan segala adabnya  adalah satu paket yang jika seseorang menjalankannya secara ketat melalui cara-cara manusia pilihannya maka hadiah besar berupa “ihsaan” akan terpatri dalam lubuk hatinya.

Ihsaan adalah wujud dari perhambaan seseorang yang telah mencapai pada level cinta. apapun yang diberikan dari sang kekasih pasti ia syukuri dan ridhoi adanya. Ihsaan adalah ketika kamu selalu merasa bersamaNya. ketika kamu merasakan bahwa semua amalan 24 jammu  adalah ibadah  kepadaNya. merasakan seakan-akan Allah selalu melihatmu, walaupun anda tidak melihatNya maka hakikatnya IA selalu (muroqobah) melihatmu.

Jika ihsaan sudah mendarah daging maka  segala sifat terpuji akan menjadi watak. malu, takut, harap, tawakkal, tawadlu,  sabar, taqwa, syukur, istiqomah dan iman mereka  akan naik drastis pada tingkatan tertinggi. ketika itu juga Allah swt menganugrahi keridhoanNya. lebih mencintainya bahkan menyuruh semua mahlukNya untuk tunduk dan cinta padanya.

Wallahu A’lam

Yamuqollibal Hal hawwil ahwalana ila ahsaanil hal. amin

G unit dorm 2nd flor. 5:30 Pm. 5 04 14. Tired to kneldown

Hindari coretan lama berikut ini :
Para Penikmat Dosa Yang Samar!!

Hobi Umbar Aurat..hihihi

Menuhankan Kebaikan Percuma

Sayyed sang Manusia Labil

Menikmati Rasa Sombong
Bukan SURGA PARA ARTIS
Belum Layak Mendapat Syafaat Rasulullah

Pemabok Kacangan


Karena MemaNG Tidak Harus Ikhlas Beramal


Masih Butuh Surga dan Neraka

Ah 18 + ( yang Janda silahkan baca)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون