Menjadi Kekasih Tuhan (Waliyullah)


sayyedep

unknown-sayyedEP

Wa’bud Robbaka Hatta Ya’tiyaka alyaqien  (al hajr)

(teruslah) Kau menyembah Tuhanmu sehingga datang keyaakinan –kematian-.

Jalan untuk mencapai  wushul  kepada  Allah (al-haq) sebanyak bilangan nafas manusia. –unknown author.

             Bismillah –

 Dua mukadimah baik Alquran maupun maqolah ulama tersebut diatas memilki ketertarikan satu dengan lainnya, yang menurut sayyed adalah anugrah Allah swt berupa dispensasi bagi setiap manusia untuk memilih jalannya sendiri-sendiri sesuai apa yang telah mereka dapatkan dari guru atau mursyidnya.  Sebuah refleksi  atas  estafet anak tangga  perhambaan seorang hamba agar  menjaga kontinunitas dalam menemukan  Kekasihnya.

Syariah menurut sebagian ahli bahasa memiliki akar kata dari syaro’a dan Syari, salah satu maknanya adalah :  jalan umum (luas). Jalanan umum merupakan gambaran dari Syariah Muhammad yang wajib dilalui ( dijalankan) oleh hamba mukallaf dari umat Rasulullah.  Sementara Thoriqoh  derivasi dari kata thoroqo yatruqu thoriq yang berarti jalan kecil (sempit).  Dalam praktek keseharian manusia, perbedaan antara jalan umum dan jalan kecil, sempit atau tertentu begitu kentara karena jalan umum pasti ramai dan selalu dilalui hampir setiap manusia, sementara jalan kecil maupun alternatif hanya dilalui oleh mereka yang ingin memperpendek  jarak perjalanan  yang  tidak bisa ditempuh pada jalan umum yang begitu meanstream.

Para penunjuk jalan dari para guru mulia yang telah mencapai dzouq –rasa- yang kuat akan keyakinan pada Tuhannya – membimbing manusia-manusia awam  untuk melalui jalan kecil (alternatif) yang telah ia jalani sehingga  mereka mampu untuk sedikit merasakan nikmatnya wushul  kepada tujuan utama mencapai gerbanNya. Hal ini dilalui  tanpa melupakan jalan umum yang memang menjadi tanggung jawab  semua manusia untuk menjaga ketertiban lalu lintasnya, agar tidak menjadi seorang zindiq.

Ketika seorang murid sudah terbiasa melakukan rutinitas sebuah thoriqoh mu’tabar (legal) maka lambat laun ia akan dianugrahi intelegensi dan keyakinan diatas rata-rata manusia awam. Ketentraman hati yang didapatnya adalah wujud dari balasan cinta sang maha Kasih sesuai janjiNya : maka hanya dengan (selalu) berdzikir –menyebut- asma Allah hati akan menjadi tentram.

Said Ramadhan Buthi dalam buku fatwanya menjelaskan tentang cara berthoriqoh pada zaman post modern ini : “ jika memang tidak ditemukan seorang guru (mursyid) –apa lagi pada masa-masa sekarang- maka ikutilah apa yang disusun oleh imam Nawawi dalam kitab Adzkarnya”.  Kitab adzkar merupakan representasi sebuah thoriqoh paling mu’tabaroh karena semua dzikir-dzikir yang ada didalamnya tidak lain adalah ritual yang dijalankan Rasulullah Saw dalam keseharian belaiau yang telah  diijazahkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya.

Karena  Syariah adalah keniscayaan dan Thoriqoh merupakan bukti dari tangga menuju pengamalan sunnah-sunnah yang telah diajarkan Rasulullah Saw, maka ikutilah cara-cara para kekasihNya agar  kelak kita  menjadi  Waliyullah yang disenangi Rasulullah.

Wallahu A’lam Bissowab

Salam Sayyed,YearsEnd Edition Bika ila Robbi 31 12 13 –  2 : 21 Am

Ceck Curahan hati sayyed lainnya :

Malaikat Cuti Libur ?!

Penikmat Dosa yang Samar

Amarah dan Cinta

Maha Karya Tuhan

Manusia Labil

Hakikat Ilmu

Janda Dan Duda @ first Nite

Wahabi Adalah Syiah

Manfaat Doa yang (TIDAK) Terkabul)!!!

Lailatul Qadar Sesungguhnya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون