Wahabi Benar, Dilarang Mengamalkan ilmu Hakikat!


Art01
Jika Mereka yang tidak mengerti bisa Diam, Niscaya Perbedaan hanyalah sedikit
AlGhazali -Attafriqoh

Sayyed ep Bikailarobbi.wordpress.com

Banyak manusia awam  menjadi sombong karena mereka memiliki guru yang mengerti ilmu hakikat dan memiliki keistimewaan karomah yang sebenarnya tidak patut untuk dijadikan patokan kesalehan seperitual dan kedekatannya dengan Allah swt.

Beberapa tulisan sebelumnya. Sayyed terlalu mendiskriminasi Wahabi

dengan alasan mereka hanya sanggup memahami ajaran syariah tanpa mendalami thoriqoh dan hakikat. Sadar dengan keluasan ilmu Allah swt ternyata apa yang diyakini Wahabi tidak sepenuhnya salah sebaliknya apa yang diyakini sayyed juga tidak sepenuhnya benar. Ada apa dengan jalan pikiran yang memang kerap labil dan membuat penilaian seolah-olah semuanya telah pasti.

Tidak dipungkiri bahwa apa yang sering disebut dengan ilmu hakikat memang nyata dan harus diimani. Meskipun begitu tetap setiap umat Muhammad hanya boleh mengamalkan syariat lahir saja. Hal ini telah menjadi kesepakatan Ahli hakikat dan ulama syariat.
Hakikat hanyalah ilmu dan bukan amalan, karenanya tidak diizinkan atas seorang wali Allah siapapun untuk mengamalkan apa yang dikerjakan  para Nabi yang Ma’sum (terjaga) dari ilmu khusus ini. Semoga Allah melindungi kita dari fitnah hakikat ini.

Andaikan ada seorang wali yang dianugrahi kasyaf (melihat apa yang tertutup) dan ingin menjadi makmum seorang imam yang ada dibalik tembok yang menghalangi mereka berdua, niscaya makmuman semacam itu tidak sah karena secara syariah mereka berdua terhalang oleh tembok. Meskipun wali itu memiliki ilmu hakikat berupa tembus pandang. Hal inilah yang membuat walisongo memvonis mati Syekh siti Jenar. Karena dengan semena mena mengajarkan ilmu hakikat yang secara kasat mata berlawanan dengan syariat lahir.

Pandangan yang berlawanan seperti kisah diatas diabadikan dalam Alquran melalui Kisah Musa yang ingkar akan amalan Khidir  yang tega membunuh anak kecil tidak berdosa, sebaliknya  Musa tidak ingkar akan ilmu yang diamalkan  Khidir  yang memang belum dia pelajari. Musa hanya memahami denngan fikirannya (ilmu syariah) tidak dengan ilmu (hakikat) yang dimiliki oleh Khidir.

Musa dan Khidir diutus dengan kehususan masing-masing. Syariah dan Hakikat memang tidak pernah boleh  diamalkan bersamaan kecuali oleh Muhammad. Sementara bgi  umat Muhammad hanya boleh mengamalkam syariat saja dan ilmu hakikat tidak pernah diizinkan untuk  diamalkan karena hanya boleh difahami sebatas ilmu pengetahuan saja seperti yang telah disepakati oleh Ahli hakikat.

Wallahu A’lam

Muhammad Hakikat Sejati adalah gelar Sayyed waladiBni Adam -wala Fakhr
Tarhuss saqt Imam suyuti.
Salam sayed

Curhat Para Pecandu lainnya
Wali (hakikat) setan Klaim Wahabi!
Penikmat Dosa yang Samar
Cinta Tak Kunjung Padam?
Rahasia Kebaikan
Gerbang Kehancuran Wanita
(Pengalaman) Tidur disamping Jasad Rasulullah PBUH
Hasrat Wanita
Alasan Jilbab Hanya Sebagai KEDOK
Yang Haram dibaca Perempuan
Omong Kosong (Corrupted X Files)

2 Comments (+add yours?)

  1. fetrik rahman
    Sep 20, 2014 @ 01:12:45

    Assalamualaikum.

    Setahu saya sebagai orang awam orang yang sombong itu berarti dia tiak tahu ilmu hakikat…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون