Mengkerdilkan Tuhan!


Image

Telah cukup Ke-maha tauan Rabb-ku atas segala permintaan dan doa-doaku. Maka doa dan permohonan ini adalah saksi atas kefakiranku kepadaMu! -HaddadRule

Manusia Mengkerdilkan Tuhan!

Sayyed ep Bikailarobbi.wordpress.com

Alquran wahyu sekuler.  Judul buku karya Pemikir liberal ini sempat membuatku berburuk sangka pada kontroversi pengarangnya yang memang pemikir Islam Kiri tersohor.  Saya baru sadar ternyata kalimat tersebut tidak sepenuhnya salah setelah memahami  maqosidussyariah ( tujuan dan maksud dari adanya Syariat Islam)  bahwa  semua hukum Islam akan  kembali kepada satu tujuan  inti  “demi  kemaslahatan manusia  dunia semata” dan bukan untuk Tuhan, karena memang Tuhan tidak  butuh apapun dalam menciptakan syariatNya kecuali untuk kebaikan semua mahluk terutama manusia di bumiNya.

Pengabdian Sejati

Definisi ibadah bagi mayoritas orang  sering disalahfahami dengan sesuatu yang sangat sakral dan hanya bersifat vertikal saja seperti sholat, zakat puasa dan haji.  Pemahaman ini otomatis  akan membuat manusia terbiasa mengkerdilkan Tuhannya hanya pada saat-saat tertentu ketika ritual itu dijalankan. Sementara tujuan utama  penciptaan manusia  seperti yang tersirat dalam Alquran :  Tidaklah Allah swt menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk mengabdi (beribadah).  Kutipan ayat tersebut secara eksplisit menyuruh manusia untuk mengabdi tanpa batas waktu. Selama kesadaran dan akal masih normal maka taklif (beban bagi seorang mukallaf) menjalankan syariah  tidak pernah luput. Karenanya a papun profesi manusia,  setiap detik, menit dan jam adalah hakikat  pengabdian (ibadah) pada sang pencipta. Proses kehidupan  dalam setiap ucap, gerak dan langkah baik dari  badan, hati maupun fikiran selalu  disaksikan oleh dua malaikat pencatat amal baiak dan buruk. Bagaimana kita sanggup menyadari kebenaran pengabdian ini sementara dalam ibadah mahdoh (ritual murni kepada Allah) saja sering didera dengan sifat grusa-grusu tanpa ada romantisme(khusyuk)  dan jauh dari klimaks!

 Romantisme KeTuhanan

Bait-bait Syair cinta kerap diciptakan oleh para sufi saat mereka sedang ekstase dalam romantisme keTuhanannya. Mereka adalah orang-orang pilihan yang memilih untuk total dalam melanngkah ke level hakikat setalah memahami syariah dan menjalankan thariqoh (jalan menuju kepadaNya).  Pengabdian kelompok ini identik dengan pengabdian sejati tanpa pamrih. Apapun yang diberikan Tuhan dalam hidupnya adalah anugrah terindah. Bahkan diantara mereka ada yang sengaja minta diberi bala / cobaan agar selalu sadar akan eksistensi kebesaraanNya, sehingga bisa terus berdzikir dan merayakan cobaan itu dengan sambutan yang meriah dengan merengek-rengek kepadaNya.

G-unit dorm 24/25 02 2012 – matirasa cintadunia proses

coretan lama :

cinta dan rasa indah

Rahasiaku untukmu

Hai Muhammad!

Menjelma ego

Hati Tuhan Hatiku

Jawaban atas Rasa

Perempuan Matrealistis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون