Anjuran Berprasangka Buruk dalam Muamalah


sayyed corp

Anjuran Berprasangka Buruk dalam Muamalah

bikailaRobbi.wordpress.com by  sayyed ep

Dua perkara  tidak ada yang melebihi kebaikan diatasnya : berprasangka baik kepada Allah dan hambanya. Dan dua  perkara  buruk tidak ada yang melebihi keburukannya: berprasangka buruk pada Allah dan  hambanya – hadis

Prasangka buruk tidak selamanya hadir sebab makayid –godaan- setan yang sering membuat hati manusia menjadi kotor dan menjijikan. Kewaspadaan yang menjadikan seseorang berhati-hati dalam melakukan segala hal yang tidak sampai kepada batas was-was dalam menjalaninya adalah implementasi darisikap wira’i yang sangat dianjurkan oleh para penggegas teori  tazkiyatun nafs.  Karenanya Imam Ibnu Hazm  -penganut madzhab Dawud adlohiri- merasa bangga dengan sifat ini yang melekat dalam dirinya:“sebagian orang mengatakan bahwa sifat ini (buruk sangka –red) adalah buruk sama sekali, sebenarnya bukan demikian kecuali apabila sifat itu membawa kepada perkara yang tidak halal dalam agama dan pergaulan. Sifat buruk sangka dapat membawa orang untuk menjadi teliti, dan sikap teliti merupakan sebuah keutamaan”.

Kewaspadaan  dalam  menjalankan akad muamalah syariyyah adalah bentuk dari pengamalan  Alqur’an –albaqoroh ayat 282-   yang menganjurkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi muamalah dengan selalu mendatangkan saksi atau menuliskannya dalam buku catatan dan tidak hanya sebatasperjanjian atau  saling percaya saja, tanpa terkecuali dengan siapapun anda bertransaksi.  Sesuai dengan kaidah ushul fiqih, Penggunaan kata perintah (fiil amar) pada ayat Dain -hutang piutang- dan tansaksi  jual-beli  tersebut  menunjukkan makna sebuah kewajiban yang harus dijalankan oleh manusia.  Sebagian pemerhati menjadikan ayat ini sebagai acuan atas transaksi kridit yang sekarang sedang marak terjadi.

Sebelum maraknya piranti  jual beli  berupa materai, buku cetak ,nota  atau struk pembelian, Islam sudah mengajarkan manusia untuk mewaspadai adanya kecurangan-kecurangan  yang disebabkan oleh penipuan, riba, klaim bodong maupun adanya ingkar janji. Lebih jauh masalah ini tidak mengenal batasan siapapun. orang dekat, saudara sampai pada klayen yang baru dikenal. Transaksi muamalah dalam agama adalah salah satu pengecualian dari dilarangnya berburuk sangka terhadap orang lain. Hal ini demi merealisasikan salah satu tujuan diberlakukannya  hukum  syariah Islam –hifdzul aradh- menjaga harta dari kedzaliman.

Permasalahan semakin komplek, jangankan kembali kepada syariah Islam dan mengamalkannya dengan selaras. Generasi  muda  yang serius belajar untuk memahami dan mendalami hukum-hukum yang dlohir saja sudah  sangat langka. Sementara ekonom Muslim sibuk menerapkan praktik-praktik  konvensional dengan polesan syariah seolah-olah dengan nama Islami semuanya akan sesuai dengan standar syariah yang selaras seperti di teorikan para mujtahid dahulu.

Ada apa gerangan

Salam Sayyed..  silahkan dikoreksi

related : Jual beli Di Internet Haram!

DOsa Samar  Lebih Bahaya dari Dosa Lahir

Kebiasaan Manusia Awam Nan Bodoh

Melukai Kaum Papa: Biar Miskin Asal SOMBONG!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون