Puasa Pasti Berakhir, Jangan Menyembah Ramadhan!


Maaf Lahir Batin -dari Sayyed

Maaf Lahir Batin -dari Sayyed

Idul Fitri Telah Tiba, Jangan Menyembah Ramadhan!

Sayyed Ep BikailaRobbi.wordpress.com

Habib Salim Syatiri, seorang ulama terkemuka dari daerah Hadramaut Yaman, mengkritik kebiasaan manusia malas pasca Ramadhan berakhir dengan meniru  orasi sahabat Abu Bakar Sidiq ra ketika  Rasulullah Saw wafat. Saat itu para sahabat nabi banyak yang putus harapan hingga meninggalkan Islam karena kepergian sang panutan sejati. Abu Bakar berkata:

Barangsiapa yang menyembah Muhammad, ketahuilah bahwa ia telah wafat dan barangsiapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Dia akan selalu hidup dan tidak akan mati

Orasi Abu Bakar ra ternyata berhasil membakar semangat dan menggugah hati para sahabat nabi yang sangat terpukul dengan berita menyedihkan itu hingga mereka tersadarkan akan kefanaan dunia seisinya. Tak terkecuali Umar bin Khattab yang terkenal keras dan sensitive atas segala hal yang menyinggung martabat Rasulullah.

Begitu pula Habib Salim Syatiri yang memberikan semangat kepada masyarakat Hadramaut untuk kembali istiqomah menyembah Allah pasca berakhirnya bulan Ramadhan.

Di hadapan masyarakat Tarim Hadramaut, tepatnya di Masjid Jami Tarim. Setelah Ashar akhir di bulan Ramadhan, beliau selalu memberikan  ceramah pencerahan  mengenai semangat beribadah pasca Ramadhan. Habib Salim berkata:

“Barangsiapa menyembah Allah karena bulan Ramadhan, ketahuilah sesungguhnya Ramadhan telah berakhir, dan Barangsiapa menyembah Allah karena Allah semata, maka sesungguhnya Dia selalu hidup dan tidak pernah mati”.

Ajakan tulus dan  bijak dari  Habib Salim ini merupakan peringatan keras akan pentingnya kembali kepada Allah tanpa menghiraukan ruang dan waktu, mengingat mayoritas umat muslim masih sering mederita kealpaan batin pasca berakhirnya Ramadhan, seakan-akan Allah tidak patut diagungkan kecuali pada bulan Ramadhan.

Kutipan ucapan beliau mengajarkan kita   untuk selalu tersadarkan bahwa makna dari ritual ibadah secara total tidak dianjurkan hanya pada bulan-bulan tertentu saja, karenanya diperluka  adanya revormasi keyakinan akan pemahaman makna penghambaan seorang hamba temporary yang dianut oleh maysarkat awam menjadi hamba yang permanen, hal ini akan membuat manusia  lebih dewasa dalam mengamalkan ibadah khos dan aam. Jika seseorang telah berhasil menjadi hamba yang permanen pasca berakhirnya bulan Ramadhan maka ia telah sukses meraih predikat hamba kelas menengah ke atas.

Layaknya keistimewaan gelar mabrur bagi mereka yang sanggup meninggalkan rofasa, fusuq dan jidal saat  menjalankan hajinya,– Gelar mabrur  diberikan  kepada pemilik  kualitas pribadi yang semakin baik dan taat  pasca pulang dari ritualnya–. Begitupun para penikmat ketulusan  ibadah malam dan siang ramadhan, mereka juga berhak memiliki predikat  mabrur selain telah dijankikan pintu sorga khusus bernama Arroyyan. Tentunya jika kualitas pribadi kita  paska puasa menjadi lebih selaras dibanding sebelumnya.. istajib  Ya Kaarim.

Daarok Ya ahlan Madinah Ya Tarim Wa Ahlaha….

untuk lebih jelasnya silahkn baca ini dulu: Ibadah Meraih simpati Tuhan

Salam Sayyed –  ditulis ulang 11 08 212,  menjelang buka puasa 22 ramadhan.

Taqobbala Allahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin WalFaaizin

IED SAAID KULLU AAM WA ANTUM BI KHAIRRR. Amien

Maafkan Sayyed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون