Menelan Ludah dan Riak Tidak Membatalkan Puasa?


sayyed ep

sayyed ep

Ludah orang yang sedang berpuasa kadang terkumpul begitu saja di mulut, bagaimanakah hukum puasanya orang yang sengaja mengumpulkan ludah dalam mulut kemudian menelannya kembali? bukankah itu termasuk perkara yang membatalkan puasa?

Menelan ludah tidak membatalkan puasa dengan tiga syarat:

1. Ludah murni dari mulut, dan tidak bercampur dengan sesuatu apapun dari luar mulut.

2. Ludah yang suci, tidak bercampur darah atau sejenisnya.

3. Ludah yang berasal dari dalam mulut dan tidak keluar dari batasan mulut, walaupun hanya di bibir. Jika sudah keluar maka tidak boleh ditelan (batal).

Hukum menelan riak

Riak adalah sesuatu yang keluar dari dalam perut kita melalui mulut dalam bentuk yang agak kental berwarna butek (seperti ingus yang biasa keluar dari hidung).

Menelan riak dapat membatalkan puasa jika telah keluar dari batasan dohir (tempat keluarnya bunyi huruf Kho). Sebaliknya, jika menelannya ketika masih dalam batasan batin (tempat keluarnya bunyi huruf Ha) maka hal tersebut tidak membatalkan puasa.

sumber : risalah fi as-saum ala madzhab Syafii.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون