Bukan Orang Bijak, Hanya Curhat Perihal Cinta?


Sayyed EP

Sayyed EP

Artikel yang sering saya tulis di blog ini mayoritas mengusung kegelisahan hati dan solusinya. Penulis sadar sesadar-sadarnya bahwa semua tulisan itu memang bukan kapasitas penulis untuk memaparkan dengan gaya serampangan apa adanya, mengingat apa yang saya tulis hanyalah copypaste dan rangkuman atas pemikiran guru dan buku-buku koleksi penulis.

Oleh karena itu dibutuhkan seorang guru yang kompeten agar apa yang tertulis dapat kita amalkan dengan baik dan benar serta tidak keluar dari batasan yang telah ditentukan.

wujud seorang guru yang memiliki kredibelitas dan memupuni sangat berpengaruh bagi tiap-tiap langkah kehidupan seseorang. Karenanya, keabsahan sebuah ilmu agama diperoleh bukan dari buku atau katanya-katanya, akan tetapi dari mulut mulia para guru yang memiliki pertalian khusus dengan dari guru ke guru sampai kepada maha guru (Rasulullah), Jibril dan Allah swt.

Penulis merasa berterima kasih kepada Bloger Senior :Jak Oe, yang telah memberikan masukan berupa kritikan positif terkait komentar dan tulisan yang berjudul Kerendahan hati sang iblis. Seperti penulis singgung diatas, bahwa artikel-artikel itu bukanlah murni pemikiran penulis. Toh jika ada yang tidak sefaham silahkan kritik apa adanya.

Sulit memang menerima kebenaran dari orang lain, butuh mental baja dan kerendahan hati untuk dapat mengakuinya. Sebaliknya sulit juga bagi orang yang memaksakan diri untuk memahami argumen yang memang belum pernah di dengar dan terlihat aneh hingga tidak bisa dimengerti oleh nalar kita. Benar ucapan sang Nabi “Berbicaralah kepada manusia dengan kadar akal manusia umum.”

Bersosial memang harus terjun langsung dengan masyarakat umum. Ghozali saja pernah dikritik habis-habisan karena pada fase akhir kehidupannya beliau sibuk beruzlah (Meditasi) dan menginspirasikan lahirnya kitab fenomenal ‘Al-munqid min Ad-dzalal dan Ihya Ulumiddin’.

Ghazali dinilai tidak membumi mengingat pada masa itu kehidupan politik sedang berkecamuk sementara mayoritas umat muslim lemah dan terpuruk oleh penjajahan kaum Kafir. Hasil perenungan Ghazali memiliki kecenderungan pasrah tawakkal dan tidak menghiraukan kehidupan dunia. Hal ini bertentangan dengan keadaan umat Islam yang sedang diambang kehancuran. dalam kajian filsafat pun karangan Ghazali ‘Tahafutul falasifah’ yang mengkritik para filosof dikritik ulang oleh ulama moderat dari madzhab Maliki, Ibnu Rusdi dengan kitabnya ‘Tahafutul at-tahaafah’. Ghazali lagi-lagi dinilai kelewat konservative akibat terlalu asyik dengan dunia antisosialnya.


By the way. Kok nyampe Ghazali? mungkin penulis bermaksud mencontohkan sebuah kisah orang bijak yang kadang tidak membumi dan hanya menilai kehidupan dari satu sisi saja. Toh bagaimanapun manfaat kitab-kita Al-Ghozali begitu membumi, dan hampir tidak ada orang yg menggegas teori management qalbu yg luput dari bahasan kitab Ihya-nya
.

hmm ..Maaf atas khilaf dan keangkuhan itu.
Wallahu ‘Alam.
Sayyed EP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون