Jilbab Hanya Sebagai Kedok, Why NoT?


sayyed

sayyed ep

Jilbab Hanya Sebagai Kedok*
Sayyed ep Bikailarobbi.wordpress

“Jika ketertutupan lebih mulia daripada keterbukaan maka sepantasnya Tuhanpun memiliki rahasia-rahasia yang tidak akan di lihat, dengar dan rasakan oleh sembarang manusia. Hanya pribadi yang siaplah yang mampu menerjemahkan rahasia-rahasiaNya. –Shdyhdrmy Ltd”

Masalah ketaatan seseorang kerap kali disangkut pautkan dengan kesadaran diri dalam menjalankan perintah agama. Apakah benar begitu adanya. Tidak kawan. Segala bentuk ketaatan dalam beribadah, baik itu berupa ibadah mahdoh (murni)  seperti sholat, puasa, haji dll. Atau ghoiru mahdoh  seperti nikah, aqiqah dll memiliki tingkatannya masing-masing. Meskipun sulit untuk kita nilai secara lahir, karena bisa saja seorang kelihatannya sangat beriman tetapi dimata Tuhan dia adalah seorang munafik sejati, begitupun sebaliknya.

Dalam masalah jilbab hanya sebagai kedok, entah itu terpaksa memakainya karena trend atau memang budaya setempat. sebenarnya tidak apa-apa ketaatan hanya dalam beberapa waktu saja dan maksiat lebih mendominasi. Toh hampir mayoritas wanita muslimah adalah orang awam yang menjalankan syareat agama hanya ikut-ikut saja (taklid), tanpa mengerti rincian batasan halal-haram dan dalil yang banyak dihapal oleh ustadz-ustadz mimbar.

Ketaatan seseorang dalam menjalankan syariat memiliki  derajat masing-masing tergantung keimanan seseorang. Walaupun sebenarnya, Allah swt tidak menerima amalan kecuali murni hanya untuk Dia, toh fase terpaksa, terbiasa dan watak kemudian menjadi kesadaran akan muncul dengan sendirinya, jika memang kita benar-benar ingin menjadi muslim kaaffah (seutuhnya). Banyaknya manusia yang tidak mau naik kelas dari level terpaksa menjadi sebuah kesadaran pastinya karena tidak ada kemauan penuh dari pribadi yang menjalankan syareat tersebut, selain tidak adanya petunjuk langsung dari Dia.

Bagaimanapun kewajibkan berjilbab bagi muslimah eksplisit termaktub dalam ayat yang jelas. Karenanya mayoritas sarjana qurun pertama (sahabat) dan kedua (tabiien) dan mayoritas pengikut mereka sepakat akan kewajiban ini. tidak ada kata alasan “belum siap” , “masih belum bisa istiqomah” atau “pekerjaan mewajibkan saya menenggalkan jilbab”. Bukankah nabi menyinggung masalah ini : Tidak dizinkan taat kepada mahluk jika itu bertentangan dengan Hukum Allah –Alhadis

Dari sini disimpulkan bahwa memakai jilbab, walaupun bukan karena kesadaran, dalam hal ini ingin dinilai relegius atau mengikuti trend juga termasuk perbuatan yang sangat dianjurkan karena lebih cenderung mengikuti orang-orang yang taat kepada aturan Tuhan daripada tidak mengenakkan jilbab sama sekalin walaupun memiliki kepribadian alim. Disisi lain, niat mereka sedikit demi sedikit harus diluruskan agar kain mulia itu bukan sekedar simbol fashion show yang kerap dilihat pada komunitas jilbaber yang sekarang banyak ditemui di kota-kota besar. agar kelak menjadi, klik: Para Perempuan Mulia Yang terlupakan

Intinya tidak ada manusia yang mampu menjalankan Syariat secara 100% karena kesadaran. Masalah inipun ekplisit dalam nas Quran : bertakwalah semampumu!.

*iseng nulis setrelah baca artikel teman yang menyangkut-pautkan jilbab hanya dengngan kesadaran hati (derajat taat yang paling tinggi) bukan karena trend, kerabat (derajat taat orang awam / labil) takut dosa maupun lainnya (derajat taat menengah).

Toh manusia diciptakan sebagai mahluk yang lemah, lagi labil…
Gunit Dorm 17 04 2012

Coretan Sayyed lainnya:

Rahasia Peci dan Kerudung

Alquran Mainan

9 Rahasia Tuhan

Wali Setan dan Klaim Wahabi

Rahasia diatas Rahasia

8 Comments (+add yours?)

  1. petapemikiran
    Apr 22, 2012 @ 11:09:25

    Hmmmzz..??

    Like

    Reply

  2. sinambela
    Aug 27, 2012 @ 09:30:21

    Masih terhormat gadis pakai jilbab di banding ,wanita menonjolkan tubuhnya dengan rok mini atau menampakan buah dadanya , penggunaan jilbab adalah penolakan dari orang non muslim yang terkesan berbeda dg pakainnya dg non muslim

    Like

    Reply

  3. Sayyed EP
    Aug 27, 2012 @ 12:21:58

    yup muslimah mukallaf harusnya sadar seperti para lelaki yang harus menutupi antara pusar dan lututnya… apa masih minta nego dgn memperlihatkan sebagaian rambutnya seperti yg kerap kita lihat pada jilbab2 gaul itu … entah
    btw keknya ada yg salag terakhir ‘muslim bukan non muslim’?

    Like

    Reply

  4. saffanah
    Sep 20, 2012 @ 02:44:03

    salam kenal, aku boleh ga nge-share tulisannya, menurutku ini bagus banget loh buat di baca temen2 aku..

    Like

    Reply

  5. agusjay55
    Jul 15, 2015 @ 18:13:16

    Saya suka tulisan2 di blog ini. Membuka wawasan beragama. Terima kasih ya.

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون