Misteri Perasaan Kaya dan Miskin (Tidak Dilarang)


Sayyed EP

SAYYED EP

Sayyed EP.. BikaiLaRabbi. inc

Dunia memang dipenuhi oleh fitnah dan fitnah tersebut terkadang berwujud Wanita, harta, tahta dan anak-anak. problematika harta dan kekayaan sudah banyak di bahas oleh cendikiawan muslim terdahulu lengkap dengan dalih-dalihnya . Apakah kita tidak boleh kaya dan berlimpah harta?

Miskin dan kaya adalah takdir yang diberikan Allah swt dengan sifat adilnya. Memang ada hadis yang mengatakan bahwa si miskin akan masuk ke dalam surga 500 tahun sebelum si kaya, di sisi lain orang-orang kaya tetap di puji Allah swt bilamana mereka mampu memaksimalkan kekayaannya pada jalan yang syar-ie, toh banyak sahabat dan tokoh-tokoh sufi semisal Abdul Qadir Aljaylani, Hasan Assadili dan para pengikut thariqah Tijaniyyah  yang kaya raya berlimpah harta akan tetapi kekayaannya tidak mengganggu keistiqomahan mereka dalam beribadah, maka dari itu kekayaan bukanlah sebuah aib yang harus di hindari, dalam Alquran pun Allah swt menyamakan derajat Ayub as ( ( dengan segala keterbatasan dan cobaan) dan Sulaiman as ( dengan segala gemerlap dunia dan kerajaannya) dengan sebutan Awwaab (orang-orang yang sangat taat n kembali kepada Allah). (Shood 30 dan 44 ).

Sebagai manusia biasa kita pasti lebih condong untuk di karuniai anugrah kekayaan seperti Sulaiman as dan agar terhindar dari kemiskinan dan penyakit seperti yang diderita oleh Ayub as. Menjadi Kaya yang dipuji atau miskin yang terpuji ? Keduanya memilik konsekuensi yang harus di pegang teguh agar tetap mendapat ridho sang khaliq : Kekeyaan yang di barengi dengan rasa syukur ( memaksimalkan semua yang di anugrahkan pada jalan Allah swt) dan kemiskinan yang di barengi dengan sifat sabar ( menerima segala hal apa adanya tanpa komplain).

Diantara dua hal tersebut sebagian ulama salaf menyatakan bahwa: si kaya yang bersyukur lebih utama daripada si miskin yang sabar, dengan alasan bahwa si kaya cenderung lebih mudah terjerumus kepada kesombongan karena mereka memiliki fasilitas dan uang untuk memenuhi segala hasrat dunianya ( dengan mengkufuri ni’mat harta, jiwa dan raga), sementara si miskin tidak bisa ber sombong ria karena keterbatasannya. Dan segala hal yang konsekuensinya lebih sulit pasti pahalanya akan lebih besar. walaupun nasib si miskin juga kadang fatal jika memang tidak di barengi dengan iman dan kesabaran penuh, tidak heran jika Abu bakar Ra berkata “ kemiskinan bisa mendekatkan kepada kakafiran”.

Jika kenyataannya demikian, maka kondisi seseorang baik kaya maupun miskin adalah sama, tergantung bagaimana kita merespon keadaan tersebut. so gunakanlah kesempatan waktu miskin dan kayamu dengan bijak agar tidak terjadi hal-hal merugikan di hari depan.

Jikalau manusia diberi satu gunung emas maka niscaya dia akan meminta lagi satu gunung emas yang lainnya. Dan tidak ada yang bisa menjadikan anak adam puas kecuali debu kuburan ( kematian). (AL HADIS)
Wallahu A’lam

Doa Rasulullah Saw agar kita selalu tersadarkan bahwa hari ini akan menentukan masa depan dan masa setelah masa depan kita:

Allahumma Ainni Ala dzikrik Wa syukrik wa husni ibadatik.

Ya Allah, Bantulah aku agar  aku mampu untuk  selalu mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan Beribadah secara total hanya kepadaMU

1 Comment (+add yours?)

  1. rudi iskandar
    Mar 17, 2014 @ 15:35:33

    menakjubkan…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون