Cendikia Muslim yang Merubah Presepsi Dunia Barat


Madinah

Madinah RasuL

“Membaca berita di media masa dan jurnal-jurnal ilmiah terkait beberapa penemuan baru dan fakta dibalik fenomena alam dan isinya mengingatkan saya pada beberapa cendikiawan muslim kurun kedua dan mujtahid-mujtahid di era keemasan Islam. Umar bin khattab adalah sahabat yang sangat cerdas dan revolusioner, hampir setiap gagasan ijtihad yang beliau ajukan kepada Rasulullah selalu diterima dan dijadikan sebuah landasan hukum. Kepakaran Umar tidak saja diakui di kalangan orang-orang muslim saja bahkan para pakar non muslim juga mengakuinya. Sebagaimana diungkapkan oleh H.A.R. Gibbs dan J.H. Kramers dalam Shorter Encyclopedia of Islam yang menyatakan bahwa Umar adalah salah seorang tokoh terbesar pada permulaan Islam dan bisa dikatakan sebagai pendiri imperium Islam. Ia adalah profil seorang pemimpin yang sukses, mujtahid yang ulung dan dikenal dengan sikapnya yang tegas dalam menegakkan keadilan.

Setidaknya ada 12 masalah lebih yang berhasil ditemukan Umar yang telah dijadikan landasan hukum oleh generasi setelahnya. Diantara pemikiran Umar adalah : Dimaafkannya pencuri yang masih memiliki hak atas barang yang ia curi, 2. Diwajibkan memakai hijab/jilbab bagi perempuan walaupun berada di dalam rumahnya jika memang ada laki-laki bukan muhrim, 3.Menyatukan para sahabat untuk shalat Tarawih berjamaah di Masjid, 4. Diharamkannya Khomer/arak, mengingat madharatnya lebih banyak dari manfaatnya.

Kecerdasan Umar dalam melihat konteks keagamaan sering disalah artikan oleh beberapa ulama, diantaranya karena telah memaafkan pencuri dengan tidak memotong tangannya. Masalah ini di kaji oleh Dr. Ramadhan Bouti dalam desertasinya yang berjudul Dawabitul Maslahah, Bouti beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Umar tidak menyalahi Alquran, karena memotong tangan pencuri tidak serta-merta harus dijalankan tanpa melalui sarat-sarat yang lumayan rumit, bahkan Imam Bulqini dalam fatawinya menejelaskan bahwa had potong tangan bisa dijalankan jika telah memenuhi sekitar 80 syarat . Buti menegaskan bahwa Umar memaafkan sahabat yang mencuri pada zamannya dikarenakan alasan-alasan yang memang dapat membatalkan hukum potong tangan itu. Pencurian terjadi pada masa panceklik (krisis) dimana masyarakat bawah sangat sulit mengais rizqi, pencuri masih memiliki hak yang ia curi karena ia mencuri dari Sayyidnya (boss) dimana ia bekerja, karenanya barang yang ia curi termasuk barang subhat. Rasulullah menyuruh kita untuk berlaku hati-hati dalam menjalankan hadd pada perkara-perkara yang masih subhat.

Selain Umar bin Khattab, imam-imam mujtahid seperti Syafii juga memiliki kontribusi yang sangat besar bagi keilmuan Islam, beliau adalah pencetus ilmu Ushul Fiqih, sebuah konsentrasi yang mengulas asal usul terbentuknya sebuah hukum syariat Islam melalui Quran, hadis, ijma dan qiyaz. Beliau juga penemu teori batasan haid, melalui teori Istiqra Naqis , sebuah riset kasus pada sebuah golongan untuk dijadikan landasan pada golongan yang lebih umum (metode ini sekarang marak ditiru oleh para professor barat untuk meneliti temuan-temuan mereka). Pada waktu itu, Syafii mengumpulkan sebagian masyarakat daerahnya untuk ditanya satu persatu tentang batasan haid, baik masa yang paling sedikit, umum dan masa haid yang paling lama. Dari situ Syafii menyimpulkan bahwa masa haid paling Sedikit adalah 24 jam, dan paling banyak 15 hari, sedangkan umumnya wanita Arab mengalami masa haid selama 6-7 hari.

Tidak hanya hukum syariat yang berkaitan dengan halal-haram, beberapa cendikiawan muslim juga sangat berpengaruh bagi dunia sastra, kedokteran, sosiologi, astronomi, matematika dan lain sebagainya. Nama-nama seperti Ibnu Rusdi atau Averuz, Ibnu Sina, Al-jabbri, Rummi, Ibnu Arabi, Abu Ali Al-khayyat, Abu Bakar Arrazi, Ibnu Khaldun dan sederet ulama lainnya telah memenuhi koleksi manuskrip perpustakaan-perpustakaan dunia. Penemuan-penemuan mereka telah di apreasiasi dengan baik oleh para professor Eropa dan Amerika pada masa sekarang, diterjemahkan di kaji ulang dan dipraktekkan dengan tekhnologi yang lebih canggih, sementara mayoritas Negara-negara islam, khususnya Arab dan sekitarnya masih setia dengan metode hapalan serta alergi dengan perkembangan zaman.

Kapan kita bisa seperti Iran, kapan kita bisa mempresentasikan penemuan-penemuan seperti yang terjadi di era para mujtahid dulu, hingga memberikan banyak manfaat pada masyarakat dunia. Mengapa umat muslim begitu lelap dalam tidurnya.

Respect : A revolusioner like Malcolm x n crewz where have ya been???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون