Kawin Lari, Sebuah Fonemena


Entah apa yang dirasakan para pecinta sejati. Apakah hanya dengan bermodalkan cinta dan rasa saling memiliki, perbuatan melawan dominasi  adat ketimuran bisa menjadi jawaban atas kemerdekaan hakiki  yang dimiliki setiap manusia. Bukankah dalam setiap kata ‘merdeka’ terdapat sekat-sekat dinding yang tidak mudah kita labrak begitu saja. Apalah arti hak asasi manusia jika memang standar yang ada hanya menjadikan masalah baru. Memang setiap kebahagian yang di impi-impikan manusia  harus berujung pada  pengorbanan, mengapa begitu cepat membuat perhitungan jangka pendek.

Bukankah kita diajarkan untuk memilih yang paling hati-hati dalam segala hal. Percuma saja, Jangan pernah berkata-kata logika dengan para pecinta, mereka telah berada dalam alam lain, siapapun yang melarangnya pasti akan di terjang dengan semangat perasaaannya. Semakin kita membendung rasa cinta mereka  untuk tidak berbuat nekat , semakin besar pula perasaan untuk terus berontak. Betapa cinta memang candu  dari segala candu.

Aku melihat semangatnya terus mengguebu. Telinga ini sudah kebal oleh curhatan-curhatan lama dimana kebenaran seolah absolut ada di pihaknya. Ada-ada aja manusia tipe begini, dan yang membuat miris adalah usahanya  mengumpulkan beberapa orang yang pro agar apa yang ia lakukan  seolah-olah sebuah kisah cinta sejati layaknya laila majnun.

Mengapa ini terjadi, apakah ia termasuk salah satu dari golongan yang saling mencintai karena Allah yang akan disatukan dengan 6 golongan lain yang mendapat kehususan Tuhan kelak di hari itu?    Semoga cintanya memang bukan hanya karena nafsu saling memiliki saja. Ada perjalanan dan masa depan yang memang membutuhkan support dari orang-orang  dekat yang bisa memberi kecerahan tersendiri. Sudahlah.. Ikuti kata hatimu kawan!

Aku bukan anakmu, aku Cuma titipan. Mimpiku untukku. Aku ciptaan Tuhan! (Generasi biru, slnk)

*Kepada teman karibku (dalam proses kawin lari), semoga Tuhan memberikan jalan terbaikNya. amen

2 Comments (+add yours?)

  1. WAHYU NH. AL_ALY
    Nov 04, 2011 @ 16:20:44

    “Bukankah dalam setiap kata ‘merdeka’ terdapat sekat-sekat / dinding yang tidak mudah kita labrak begitu saja….”

    Sahabat hanya sekedar memberi masukan, dan setiap keputusan ada pada dirinya sendiri. Semoga kita termasuk sebagai seorang sahabat yang bisa menjaga ikatan silaturahmi dan tidak putus asa dengan suatu keadaan baik sedang yang dihadapinya sendiri maupun atas fenomena yang dihadapi sahabat kita….

    Allahummaj’alna rafiqan yahtamilu ashabana likhoirin dunyawian wa ukhrowian….

    http://zonamerahislam.com

    Like

    Reply

    • Sayyed EP
      Dec 03, 2011 @ 01:06:41

      AMien ya rabb..

      Semoga kita senantiasa terus berjalan dalam keistiqomahan yang selaras meski harus berjalan dengan berdarah-darah dan terbata-bata…

      GOD SAVE US.

      Like

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Daftar isi Celoteh @SayyedEP

https://bikailarobbi.wordpress.com/2011/08/18/daftar-isi-hati/

Group Whasttap :08.232.97766.5.5

سبحان الله

Berharap dapat menyapa dirinya disana -Muh PBUH

إنا لله وإنا إليه راجعون